Pangkalpinang — Badan Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat pengawasan terhadap pergerakan produk pertanian dan peternakan di pelabuhan serta bandara sebagai langkah pencegahan masuknya Virus Nipah yang saat ini merebak di India.

Kepala BKHIT Kepulauan Bangka Belitung, Herwintarti, menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang dapat menular dari hewan ke manusia dengan tingkat kematian yang tergolong tinggi. Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan sosialisasi kewaspadaan Virus Nipah di Pangkalpinang, Kamis.

Ia menilai risiko masuknya virus ke wilayah Kepulauan Bangka Belitung cukup besar mengingat sekitar 90 persen wilayahnya berupa perairan dan memiliki banyak pintu masuk, baik pelabuhan resmi maupun tidak resmi, serta bandara di Pulau Bangka dan Belitung.

Menurutnya, kondisi geografis tersebut meningkatkan potensi masuknya berbagai penyakit hewan dan tumbuhan berbahaya, termasuk Virus Nipah, sehingga diperlukan kewaspadaan dan langkah antisipatif bersama. Virus ini diketahui memiliki tingkat kematian sekitar 40 hingga 75 persen.

Seiring merebaknya Virus Nipah di India, Herwintarti menekankan pentingnya kerja sama dan sinergi seluruh pemangku kepentingan untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sektor peternakan, seperti kambing, domba, dan babi di daerah tersebut.

Ia juga menegaskan perlunya edukasi yang tepat kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi isu ini. BKHIT berharap seluruh pihak, termasuk media massa, dapat menyampaikan informasi yang bersifat edukatif dan menenangkan agar tidak menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi yang merugikan.

Reporter: Sutomo