PANGKALPINANG — Semangat gotong royong di bulan penuh berkah kembali diwujudkan dalam aksi nyata. Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Baznas menggelar penyaluran bantuan sosial yang menyasar setengah ribu warga kurang mampu di ibu kota provinsi tersebut.
Bantuan yang disalurkan berupa paket sembilan bahan pokok dan santunan tunai. Kegiatan ini merupakan wujud sinergi antara Baznas tingkat provinsi dengan Baznas Kota Pangkalpinang, menunjukkan bahwa kerja sama lintas lembaga mampu memperkuat jaring pengaman sosial bagi masyarakat.
Tarmin AB yang mewakili Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan, kolaborasi antara Baznas provinsi dan daerah harus terus ditingkatkan. Ia menekankan bahwa bekerja sendiri-sendiri hanya akan menghasilkan manfaat yang terbatas.
"Kalau sendiri-sendiri mungkin manfaatnya sedikit, tapi kalau bersama-sama manfaatnya tentu lebih besar," ungkap Tarmin dalam sambutannya di Pangkalpinang, baru-baru ini.
Menurutnya, semangat kebersamaan ini menjadi kunci untuk mewujudkan masyarakat Bangka Belitung yang lebih sejahtera dan berkeadilan. Ia juga mendorong aparatur sipil negara (ASN) dan para donatur untuk terus meningkatkan kepedulian sosialnya.
Tarmin mengungkapkan bahwa sumber dana Baznas Provinsi saat ini sebagian besar berasal dari potongan zakat pegawai negeri yang disalurkan secara rutin setiap bulan. Kontribusi ini menjadi fondasi utama kegiatan sosial yang digulirkan.
"Kita doakan para pegawai yang telah menyumbangkan dananya melalui zakat mendapatkan pahala berlipat dari Allah SWT," tutupnya.
Ia pun berpesan kepada para penerima manfaat agar bantuan yang diterima dapat meringankan beban hidup sehari-hari dan menjadi motivasi untuk terus berusaha. "Semoga bantuan ini dapat meringankan beban dan menjadi penyemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari," katanya.
Kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana pengelolaan zakat yang terintegrasi antara provinsi dan kabupaten/kota dapat memperluas jangkauan bantuan. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan angka kemiskinan dan kesenjangan sosial di Kepulauan Bangka Belitung dapat terus ditekan. (red)