Kinerja Kuartal I 2026 MIND ID: Produksi Tembaga dan Emas Melonjak, Holding Tambang Buktikan Daya Saing

Penulis: Ricki Manurung  •  Rabu, 10 Juni 2026 | 19:10:31 WIB
Produksi tembaga MIND ID naik signifikan didukung operasi penuh smelter PTFI di Gresik.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Laporan kinerja awal tahun ini menunjukkan produksi tembaga Grup MIND ID naik signifikan. Lonjakan ini didorong oleh operasi penuh PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur, yang mengolah konsentrat dari tambang bawah tanah Grasberg di Papua. Selain tembaga, produksi emas dan nikel juga mencatatkan pertumbuhan double digit pada periode yang sama.

Lompatan Produksi Tembaga dan Emas

Sepanjang Januari hingga Maret 2026, produksi tembaga MIND ID mencapai angka yang melampaui target internal. Volume pengolahan di smelter baru PTFI di Gresik menjadi motor utama peningkatan ini. Smelter yang merupakan proyek strategis nasional itu kini beroperasi mendekati kapasitas penuh.

Untuk emas, produksi dari tambang PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan PTFI juga menunjukkan tren positif. Kenaikan produksi emas ini terjadi seiring dengan optimalisasi sejumlah area tambang di Pongkor dan Cibaliung, serta peningkatan recovery rate di pabrik pengolahan PTFI.

Hilirisasi Nikel: Dari Bijih ke Baterai

Di sektor nikel, MIND ID melalui PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan anak usahanya fokus pada hilirisasi. Produksi nikel dalam bentuk mixed hydroxide precipitate (MHP) yang merupakan bahan baku baterai kendaraan listrik, meningkat drastis. Langkah ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri kendaraan listrik global.

Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso, dalam keterangan resminya, menegaskan bahwa hilirisasi adalah kunci. “Kami tidak hanya menjual bijih mentah. Setiap ton nikel yang kami olah menjadi MHP memberikan nilai tambah hingga lima kali lipat dibandingkan ekspor bijih,” ujarnya.

Dampak ke Penerimaan Negara dan Industri Dalam Negeri

Kinerja operasional yang solid ini berdampak langsung pada peningkatan setoran dividen dan pajak ke kas negara. Sepanjang kuartal I 2026, MIND ID mencatatkan kontribusi signifikan yang membantu menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Selain itu, pasokan mineral olahan yang stabil dari MIND ID juga menjadi fondasi bagi industri manufaktur dalam negeri. Pabrik kabel, baterai, dan komponen elektronik lokal mendapatkan jaminan pasokan bahan baku dengan harga yang lebih kompetitif. Hal ini mengurangi ketergantungan pada impor dan memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar ekspor.

Ke depan, MIND ID menargetkan penyelesaian sejumlah proyek smelter baru pada akhir 2026. Proyek-proyek ini akan meningkatkan kapasitas pemurnian tembaga dan nikel secara signifikan, sejalan dengan target pemerintah untuk menguasai rantai pasok industri energi bersih global.

Reporter: Ricki Manurung
Back to top