Dinkes Pangkalpinang Jemput Bola Warga untuk Cek Kesehatan Gratis, Target 113.813 Orang pada 2026

Penulis: Alfian Batubara  •  Jumat, 12 Juni 2026 | 19:09:01 WIB
Petugas Dinkes Pangkalpinang melakukan layanan jemput bola untuk pemeriksaan kesehatan gratis kepada warga.

PANGKALPINANG — Kepala Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang Hisar Manalu menyebut layanan jemput bola kini lebih diintensifkan untuk mengejar capaian Program CKG tahun ini. Strategi ini merupakan bagian dari upaya menyukseskan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia di daerah.

Kesadaran Warga Masih Rendah, Petugas Turun ke Lapangan

"Saat ini layanan jemput bola lebih diintensifkan untuk meningkatkan capaian Program CKG tahun ini," kata Hisar Manalu di Pangkalpinang, Jumat.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk mendatangi langsung pusat layanan kesehatan secara gratis masih kurang. Hal ini berdampak langsung pada target capaian Program CKG 2026 yang ditetapkan sebesar 113.813 orang.

Puskesmas dan Posko di Titik Keramaian Jadi Andalan

Dinkes Kota Pangkalpinang mengerahkan puskesmas di setiap kecamatan untuk turun langsung ke masyarakat, instansi pemerintah, sekolah, dan posyandu. Selain itu, posko CKG juga dibuka di kegiatan tempat orang berkumpul, seperti bazar dan pasar murah.

"Kita berharap dengan digalakkannya strategi jemput dari puskesmas dan Dinas Kesehatan yang turun langsung ke masyarakat, instansi pemerintah, sekolah dan posyandu dapat meningkatkan capaian CKG tahun ini," ujar Hisar.

Kolaborasi dengan BUMN dan Swasta untuk Deteksi Dini Penyakit

Dinkes Kota Pangkalpinang juga menjalin kerja sama dengan instansi sektoral lainnya, perusahaan BUMN, dan swasta dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis ini. Tujuannya bukan sekadar mengejar angka, tetapi mendeteksi penyakit yang tidak dikeluhkan atau dianggap sepele secara dini.

"Dengan strategi ini diharapkan tidak hanya mencapai target CKG, tetapi bagaimana kita mengetahui gambaran kesehatan masyarakat, karena dengan pemeriksaan ini tentunya penyakit-penyakit yang tidak dikeluhkan atau dianggap sepele bisa terdeteksi secara dini dan dapat diobati secara dini," katanya.

Hisar mengakui masih sulit menyadarkan penduduk awam untuk sukarela mendaftar atau memeriksakan kesehatannya di puskesmas-puskesmas di daerah ini. Sosialisasi dan promosi Program CKG terus digencarkan melalui puskesmas di setiap kecamatan.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top