SUNGAILIAT — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Nora Sukma Dewi mengungkapkan, dari total penduduk penerima manfaat sebanyak 157.210 jiwa, hampir dua pertiganya sudah menjalani skrining. Capaian ini menjadi salah satu yang tertinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Berdasarkan data terakhir, layanan CKG di semua kelompok usia sebanyak 96 ribu orang atau mencapai 61,51 persen dari jumlah penduduk penerima manfaat," kata Nora di Sungailiat, Kamis.
Hipertensi dan Diabetes Jadi Temuan Dominan
Meski angka partisipasi tinggi, hasil skrining justru mengungkap ancaman serius. Dinkes Bangka menemukan penyakit tidak menular masih mendominasi, terutama hipertensi dan diabetes mellitus (DM).
Menurut Nora, tingginya kasus ini berkaitan erat dengan gaya hidup warga. "Rendahnya aktivitas fisik dan tingginya angka obesitas sentral menjadi faktor risiko utama," jelasnya.
Temuan ini menjadi peringatan dini. Pemerintah daerah pun langsung menjadikannya sebagai bahan evaluasi kebijakan kesehatan ke depan.
Bupati: Skrining Jadi Peta Jalan Kebijakan Kesehatan
Bupati Bangka Fery Insani menilai, data dari program CKG bukan sekadar angka statistik. Hasil pemeriksaan itu, kata dia, menjadi pijakan penting dalam menyusun langkah pencegahan dan penanganan yang lebih tepat sasaran.
"Melalui program skrining kesehatan, pemerintah dapat melakukan pemetaan kondisi kesehatan masyarakat sehingga langkah pencegahan dan penanganan dapat dilakukan lebih efektif," ujar Fery.
Ia mengimbau warga yang belum memeriksakan diri agar segera mendatangi puskesmas terdekat. "Manfaatkan program CKG di masing-masing puskesmas guna menekan angka penyakit sedini mungkin," pesannya.
Layanan Terus Digencarkan Meski Target Terlampaui
Dinkes Bangka memastikan tidak akan mengendurkan pelayanan. Seluruh puskesmas di setiap kecamatan terus menggencarkan skrining, terutama untuk menjangkau kelompok yang belum terdata.
Program CKG sendiri merupakan bagian dari agenda nasional untuk mendeteksi dini berbagai penyakit. Dengan capaian di atas target, Pemkab Bangka berharap angka kesakitan akibat penyakit tidak menular bisa ditekan secara signifikan dalam jangka panjang.