KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — BNI tidak hanya berhenti pada penerbitan surat utang. Perseroan tengah merombak proses bisnis internal, mulai dari digitalisasi layanan hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Semua diarahkan pada satu tujuan: membuat bank pelat merah ini semakin efisien dan kompetitif di tengah industri perbankan yang ketat.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menegaskan, tata kelola yang baik adalah fondasi utama menjaga kepercayaan publik dan investor. Menurutnya, kepatuhan terhadap regulasi hanyalah satu sisi; sisi lain yang tak kalah penting adalah bagaimana bank mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Sebagai bagian dari BUMN, BNI terus memperkuat tata kelola perusahaan, manajemen risiko, efektivitas pengendalian internal, kapabilitas digital, dan struktur permodalan agar fundamental perusahaan semakin kuat, dikelola secara profesional, dan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan nasional,” ujar Okki dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (18/7/2025).
Kredit Lebih Ekspansif, Ekonomi Ikut Bergerak
Modal yang tebal bukan sekadar angka di laporan keuangan. Bagi masyarakat, artinya BNI memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit ke sektor-sektor produktif. UMKM yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi bisa menikmati akses pembiayaan yang lebih luas.
Dengan kapasitas bisnis yang semakin kuat, perseroan berupaya memperluas akses layanan keuangan. Fungsi intermediasi perbankan—menghimpun dana dan menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit—diharapkan berjalan lebih sehat dan berdampak langsung pada roda ekonomi nasional.
Usia 80 Tahun, Semangat Melayani Sepenuh Hati
Langkah penguatan ini bertepatan dengan perjalanan panjang BNI yang akan memasuki usia 80 tahun pada 5 Juli 2026. Mengusung tema Swadharma Bhakti Nagara, tema tersebut merefleksikan semangat pengabdian dan pelayanan BNI kepada masyarakat serta negara.
Okki menambahkan, komitmen ini sejalan dengan mandat Danantara Indonesia yang mengelola dan mengoptimalkan investasi pemerintah serta aset BUMN. Tujuannya jelas: mendukung program strategis nasional, mendorong industrialisasi, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
“Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, BNI akan terus memperkuat tata kelola dan fundamental perusahaan untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi masyarakat, mendukung transformasi BUMN bersama Danantara Indonesia, serta berkontribusi bagi kemajuan Indonesia,” kata Okki.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, penguatan fundamental perbankan menjadi harga mati. BNI tampaknya ingin memastikan diri berada di posisi terdepan ketika peluang ekspansi terbuka lebar. Kepercayaan investor internasional yang tercermin dari serapan obligasi AT1 menjadi sinyal positif bagi masa depan perseroan.