JEPARA — KAINRATU, UMKM tenun ikat asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara, kini memasarkan produknya ke sembilan negara di berbagai benua. Ekspansi pasar itu terjadi setelah perusahaan pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memberikan pendampingan melalui program Rumah BUMN.
Co-Owner KAINRATU Maria Leoni mengungkapkan, usaha yang dirintisnya sejak sembilan tahun lalu berawal dari tradisi keluarga sebagai perajin tenun ikat. “Awal mula usaha kami berangkat dari latar belakang keluarga sebagai penenun. Orang tua kami merupakan perajin tenun ikat dan kami tinggal di Desa Troso, Jepara, yang dikenal sebagai sentra tenun ikat,” ujarnya.
Dari Website Keluarga ke Pasar Mancanegara
Maria menceritakan, pada tahap awal ia hanya membantu memasarkan kain produksi orang tuanya melalui laman gardutroso.com. Seiring permintaan yang meningkat, pada 2019 ia resmi mengembangkan pemasaran melalui tokotenun.com dan kainratu.com hingga berkembang seperti sekarang.
Produk yang paling diminati pelanggan adalah Kain Tenun Double Ikat 3 Dimensi dan Tenun Endek CSM. Kedua produk itu mengangkat motif khas dari berbagai daerah seperti Jepara, Kalimantan, Sumba, dan Nusa Tenggara Timur.
Negara Tujuan Ekspor dan Peran BRI
KAINRATU tercatat mengekspor produknya ke Amerika Serikat, Jepang, Myanmar, Thailand, Arab Saudi, Portugal, Malaysia, dan Selandia Baru. Menurut Maria, akses ke pasar global itu terbuka setelah pihaknya mendapat pendampingan dari Rumah BUMN BRI yang fokus pada peningkatan kapasitas dan pembukaan akses pasar.
“Program dari BRI sangat membantu kami dalam hal branding, legalitas produk, dan koneksi ke buyer luar negeri. Tanpa itu, mungkin kami masih stuck di pasar lokal,” tambah Maria.
Dampak bagi Perajin Lokal di Desa Troso
Keberhasilan KAINRATU menembus pasar global berdampak langsung pada perajin tenun di Desa Troso. Permintaan produksi yang meningkat membuat para penenun rumahan mendapatkan pesanan lebih stabil. Desa Troso sendiri dikenal sebagai salah satu sentra tenun ikat tertua di Jawa Tengah, dengan ribuan perajin yang menggantungkan hidup dari kerajinan ini.
BRI melalui Rumah BUMN terus memperkuat perannya dalam mendorong kemajuan UMKM di berbagai daerah, tidak hanya melalui pembiayaan tetapi juga pendampingan teknis dan pemasaran. Program ini sejalan dengan upaya pemerintah memperluas akses produk lokal ke rantai pasok global.