Pencarian

DPKP Babel Kembangkan Pertanian di Lahan Bekas Tambang Timah, Mulai dari Kopi Beltim hingga Bawang Merah Bangka Tengah

Minggu, 20 September 2026 • 14:23:01 WIB
DPKP Babel Kembangkan Pertanian di Lahan Bekas Tambang Timah, Mulai dari Kopi Beltim hingga Bawang Merah Bangka Tengah

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memanfaatkan lahan bekas penambangan bijih timah untuk pertanian, perkebunan, dan peternakan guna mempercepat swasembada pangan. Pemanfaatan lahan eks tambang sudah berjalan di sejumlah kabupaten, mulai dari budidaya kopi di Belitung Timur hingga sentra hortikultura dan bawang merah di Bangka Tengah. Kepala DPKP Babel Kurniawan menyatakan kegiatan pertanian di lahan-lahan bekas tambang itu sudah dimulai.

PANGKALPINANG — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menempuh jalur berbeda untuk mempercepat swasembada pangan: memanfaatkan lahan bekas penambangan bijih timah. Kepala DPKP Babel Kurniawan menyatakan kegiatan pertanian di lahan-lahan eks tambang sudah mulai dijalankan.

"Saat ini, kita sudah mulai melakukan kegiatan pertanian di lahan-lahan bekas tambang ini," kata Kurniawan di Pangkalpinang.

Langkah itu menyebar ke sejumlah kabupaten dengan komoditas yang berbeda-beda. Belitung Timur memanfaatkan lahan bekas tambang untuk budidaya kopi.

Bangka Tengah Jadi Sentra Hortikultura dan Bawang Merah

Kabupaten Bangka Tengah termasuk daerah yang paling aktif menggarap lahan eks tambang. Dua desa disebut Kurniawan sebagai contoh: Desa Benteng dan Desa Air Mesu.

Di dua desa itu, warga bersama penyuluh mengelola lahan bekas tambang menjadi sentra hortikultura dan bawang merah. Pola pengerjaannya melibatkan masyarakat setempat, bukan hanya dinas.

Bangka Uji Coba Pertanian Terpadu dan Restorasi Lahan

Kabupaten Bangka dipakai sebagai lokasi uji coba dan penerapan konsep pertanian terpadu. Penelitian restorasi lahan dilakukan di Desa Sinarjaya, Matras, dan Desa Rebo.

Desa Rebo diarahkan menjadi kawasan wisata edukasi dan pertanian. Sementara di Kelurahan Sungailiat, beberapa kawasan persawahan yang berdekatan dengan Pantai Matras memanfaatkan lahan eks tambang untuk pertanian padi.

Bangka Barat dan Bangka Selatan Fokus Pemulihan Vegetatif

Dua kabupaten lain, Bangka Barat dan Bangka Selatan, menjadikan sejumlah lahan bekas tambang untuk pemulihan vegetatif. Lahan ditanami tanaman produktif, sekaligus diawasi agar tidak beralih fungsi.

Pendekatan berbeda itu menunjukkan pemanfaatan lahan eks tambang tidak seragam. Setiap daerah menyesuaikan dengan kondisi lahan dan komoditas yang dikembangkan.

Residu Tambang Jadi Pertimbangan Sebelum Penanaman

Kurniawan menyatakan pemanfaatan lahan bekas tambang untuk pertanian, perkebunan, dan peternakan telah melalui kajian dan penelitian khusus. Alasannya, ada potensi residu bekas aktivitas tambang yang dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan manusia.

Kekhawatiran itu menyangkut kualitas tanah, air, maupun hasil pertanian yang dikonsumsi masyarakat. Kajian tersebut menjadi dasar sebelum lahan digarap untuk komoditas pangan.

"Pemanfaatan lahan bekas tambang untuk sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan telah dilakukan kajian dan penelitian khusus, mengingat adanya potensi residu bekas aktivitas tambang yang dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan manusia, baik melalui kualitas tanah, air, maupun hasil pertanian yang dikonsumsi masyarakat," ujar Kurniawan.

DPKP Babel menyebut pemanfaatan lahan eks tambang ini sebagai bagian dari upaya mempercepat swasembada pangan di daerah itu. Sejumlah lokasi di lima kabupaten kini masuk dalam peta pengembangan yang berjalan.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks