BANGKA — Belasan pos tantangan tersebar di area Kebun Agro Bangka Utara. Para siswa dari dua sekolah menengah atas itu harus menyelesaikan misi di setiap pos: mengenali tahapan reklamasi darat dan laut, menebak jenis bibit tanaman, mempraktikkan cara menanam dan memanen sayuran, memilah sampah, hingga menjawab kuis lingkungan.
PT TIMAH sengaja mengemas materi reklamasi yang identik dengan proses teknis dan ilmiah menjadi permainan berburu harta karun. Departement Head Corporate Communication PT TIMAH Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan metode ini dipilih agar generasi muda lebih mudah memahami program pengelolaan lingkungan perusahaan.
"Melalui kegiatan ini, kami berharap para pelajar tidak hanya memahami proses reklamasi, tetapi juga semakin peduli terhadap lingkungan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi.
Momen peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia juga dimanfaatkan PT TIMAH untuk meluncurkan buku Selaras Harmoni Reklamasi PT TIMAH di Bumi Utara Bangka. Buku setebal puluhan halaman itu ditulis oleh 17 karyawan PT TIMAH yang sehari-hari berkecimpung langsung dalam program reklamasi.
Buku ini berisi dokumentasi dan penjelasan teknis tentang bagaimana lahan bekas tambang di wilayah Bangka Utara direhabilitasi menjadi kawasan produktif dan hijau. Kehadirannya diharapkan menjadi referensi bagi masyarakat dan akademisi yang ingin mempelajari praktik reklamasi di lapangan.
Rendra Rasendria, siswa SMAN 1 Pemali, mengaku baru pertama kali mendapat pengalaman belajar reklamasi secara langsung. "Banyak pengetahuan baru yang saya dapat, terutama soal manfaat reklamasi bagi masyarakat sekitar tambang," katanya.
Senada, Laili Agustina Ahmad dari SMAN 1 Merawang menilai kegiatan ini memberikan pengalaman belajar langsung yang tidak bisa didapatkan di dalam kelas. "Kami jadi paham bagaimana lahan bekas tambang bisa diubah kembali menjadi kebun yang hijau dan produktif," ujarnya.
Dalam permainan treasure hunt, siswa diajak membedakan tahapan reklamasi di dua ekosistem berbeda: darat dan laut. Untuk reklamasi darat, mereka belajar tentang penataan lahan, penanaman kembali, hingga perawatan tanaman. Sementara untuk reklamasi laut, siswa diperkenalkan pada teknik rehabilitasi terumbu karang dan penanaman mangrove.
PT TIMAH selama ini dikenal memiliki program reklamasi yang mencakup lahan bekas tambang di darat dan kawasan pesisir. Kebun Agro Bangka Utara sendiri merupakan salah satu contoh keberhasilan reklamasi yang kini difungsikan sebagai area edukasi dan agrowisata.