Pemkab Bangka Klaim 200 Inovasi Berhasil Diterapkan, Targetkan Kemandirian Fiskal dan Tekan Kemiskinan

Penulis: Jonatan Nasution  •  Sabtu, 11 Juli 2026 | 16:58:31 WIB
Bupati Bangka Fery Insani menyampaikan komitmen Pemkab dalam menerapkan 200 inovasi untuk percepatan pembangunan daerah.

SUNGAILIAT — Bupati Bangka Fery Insani menyebut inovasi sebagai sumbu untuk memecah kebuntuan pembangunan. Ia menegaskan bahwa 200 inovasi yang telah berjalan menjadi bukti komitmen daerah dalam menciptakan perubahan yang adaptif dan kompetitif di tingkat nasional.

"Inovasi adalah variabel mendasar untuk mengakselerasi pencapaian target pembangunan ke depan," ujar Fery Insani di Sungailiat, Sabtu.

Digitalisasi Pajak Jadi Ujung Tombak PAD

Salah satu fokus utama inovasi adalah penguatan pendapatan asli daerah (PAD). Wakil Bupati Bangka Syahbudin menjelaskan, dua aplikasi unggulan telah dirancang untuk mengintegrasikan berbagai jenis pembayaran dalam satu genggaman.

Dua aplikasi itu adalah Sedulang (Sistem Dukungan dan Pelayanan Pajak Kabupaten Bangka) dan Mas Jempol (Model Pelayanan Masyarakat Jemput Bola Pajak PBB). Keduanya mencakup pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak hotel, hingga retribusi pasar.

"Di tengah kondisi fiskal yang menantang, inovasi ini adalah langkah nyata memperkuat kemandirian fiskal sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional," kata Syahbudin.

Program Prioritas: Revitalisasi Sekolah hingga Jamban Warga

Selain digitalisasi, inovasi juga menyasar kebutuhan dasar masyarakat. Beberapa program strategis yang disebut Bupati Fery Insani meliputi revitalisasi sekolah SD dan SMP, bantuan premi BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan, serta pembangunan jalan usaha tani dan jalan produksi.

Pemkab Bangka juga mengalokasikan inovasi untuk pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, program jambanisasi, bantuan sembako, serta penurunan kemiskinan ekstrem dan stunting. Pemberdayaan UMKM juga menjadi salah satu prioritas yang didorong melalui inovasi.

Pendekatan Pentahelix dan Ekosistem Kolaboratif

Wakil Bupati Syahbudin menekankan bahwa keberhasilan inovasi tidak lepas dari pendekatan kolaboratif yang melibatkan banyak pihak. Ekosistem inovasi dibangun dengan mengedepankan sinergi pentahelix: akademisi, dunia usaha, perbankan, media massa, komunitas, dan masyarakat umum.

"Sinergi ini menjadi kunci lahirnya inovasi yang berkelanjutan dan berdampak luas," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bappeda Bangka Pan Budi Marwoto menambahkan bahwa inovasi yang dihasilkan mencakup bidang digital dan non-digital. Mulai dari infrastruktur, sosial, pemberdayaan masyarakat, kesehatan, pendidikan, perumahan, lingkungan, hingga tata kelola pemerintahan.

Daftar Inovasi Unggulan: Dari GASKEN hingga SIPEDAS

Berikut beberapa inovasi yang telah diinisiasi oleh Pemkab Bangka:

  • GASKEN (Gerakan Anti Stunting Kolaborasi Kemitraan)
  • GELORA (Gerakan Ekonomi Lokal yang Responsif dan Aktif)
  • KURMA MANIS (Gerakan Ekonomi Lokal yang Responsif dan Aktif)
  • SIAP LAYAN (Informasi Administrasi Pelayanan Online)
  • SIPEDAS (Sistem Informasi Peraturan Di Desa)
  • SITANGGAP (Sistem Informasi Tanggap Aduan Masyarakat)
  • E-LENTERA (Elektronik Literasi Tata Kelola BUMDes Terara)
  • LAH SIAP (Laporan Hasil Realisasi APBDES)
  • HARMONI (Hadirkan Aksi Responsif melalui Optimalisasi Narasi dan Informasi)
  • MELON EMAS BANGKA dan GERBANG EMAS (program pemberdayaan ekonomi lokal)

Bupati Fery Insani berharap ke depan seluruh perangkat daerah terus melahirkan inovasi yang mendukung program strategis RPJMD 2025-2029. "Kami ingin memperkuat tradisi inovasi yang berkualitas dan menjadikan kembali Kabupaten Bangka sebagai daerah yang terinovatif, adaptif, kreatif, dan kompetitif di tingkat nasional," pungkasnya.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top