KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Kenaikan volume produksi itu berlanjut pada semester I 2026. Petrokimia Gresik memproduksi 2,71 juta ton pupuk hingga Juni 2026, lebih tinggi 11,7% dibandingkan 2,43 juta ton pada periode yang sama tahun lalu, demikian tertuang dalam keterangan resmi perusahaan, Sabtu (11/7/2026).
Salah satu proyek strategis yang tengah dijalankan adalah konversi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V. Fasilitas ini akan mengadopsi teknologi Flex-Phos, yang memungkinkan satu jalur produksi menghasilkan tiga jenis pupuk berbeda: NPK Phonska, NPK Solid Granulation, dan pupuk fosfat.
Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob mengatakan fleksibilitas produksi ini menjadi kunci menghadapi fluktuasi permintaan pasar. "Teknologi Flex-Phos memberi kami kemampuan untuk cepat beralih memproduksi jenis pupuk yang paling dibutuhkan petani tanpa harus membangun pabrik baru," ujarnya dalam keterangan pers.
Meski produksi meningkat, Daconi mengingatkan bahwa industri pupuk masih dibayangi tekanan eksternal. Dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta volatilitas harga energi dan bahan baku menjadi risiko yang harus dikelola secara hati-hati.
"Kami terus memperkuat fondasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi pertanian Indonesia," kata Daconi saat memimpin upacara peringatan HUT ke-54 perusahaan dengan tema "Growing the Future".
Petrokimia Gresik memposisikan diri sebagai pemasok utama pupuk untuk program swasembada pangan nasional. Dengan kapasitas terpasang yang terus ditingkatkan, perusahaan menargetkan pasokan pupuk bersubsidi maupun non-subsidi dapat terdistribusi tepat waktu ke sentra-sentra produksi pangan di Jawa Timur dan wilayah timur Indonesia.
Realisasi produksi semester I 2026 yang mencapai 2,71 juta ton menunjukkan utilisasi pabrik berjalan di atas 90%. Perusahaan optimistis target tahunan 2026 yang naik 6% dari target 2025 dapat tercapai, didukung oleh penyelesaian proyek modifikasi pabrik pada kuartal III tahun ini.