PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) memperluas jangkauan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan menjadikan mahasiswa sebagai agen pendamping di lapangan. Program yang diberi nama Gerakan Mahasiswa Pendamping KUR (Gempur) ini diklaim menjadi solusi atas minimnya tenaga pendamping dari Dinas Koperasi dan UMKM yang hanya berjumlah puluhan orang untuk melayani ribuan pelaku usaha di daerah terpencil.
Kepala Bidang Pengembangan Usaha Kecil Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepulauan Babel, Muslim El Hakim Kurniawan, mengatakan kerja sama dengan UBB sudah dimulai dan akan segera diterjunkan ke beberapa desa di Pulau Bangka.
"Program ini memberdayakan mahasiswa sebagai agen pendamping untuk membantu pelaku UMKM di pedesaan dan pulau-pulau kecil untuk mengakses pembiayaan KUR dan mendigitalkan bisnisnya, untuk memperluas pemasaran produknya," kata Muslim di Pangkalpinang, Minggu.
Selama ini, penyerapan KUR di Babel cenderung terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Data Dinas Koperasi dan UMKM menunjukkan realisasi KUR hingga pertengahan 2026 baru mencapai Rp838,9 miliar, masih jauh dari target Rp1,6 triliun. Muslim mengakui keterbatasan akses informasi menjadi kendala utama bagi warga di perdesaan dan pulau-pulau kecil.
"Kita akan terus mensosialisasikan dan mengedukasi pelaku UMKM di daerah perdesaan, karena selama ini KUR banyak terserap di daerah-daerah perkotaan, sementara daerah terpencil masih kurang seiring keterbatasan akses informasi warga perdesaan," ujarnya.
Pemprov Babel mengarahkan program Gempur untuk mendorong sektor produktif seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan usaha mikro kecil lainnya. Mahasiswa tidak hanya membantu pengurusan dokumen kredit, tetapi juga mendampingi proses digitalisasi bisnis agar produk UMKM bisa dipasarkan lebih luas secara daring.
Dalam waktu dekat, tim mahasiswa UBB akan mulai turun ke lapangan untuk melakukan pendampingan langsung di desa-desa sasaran di Pulau Bangka. Program ini diharapkan bisa mempercepat pemerataan akses pembiayaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah yang selama ini kurang tersentuh perbankan.