PANGKALPINANG — Ancaman kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memasuki level siaga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat adanya 60 titik panas (hotspot) yang tersebar di seluruh wilayah, dengan tingkat kepercayaan mencapai angka 8 hingga 9—indikasi kuat bahwa titik-titik tersebut benar-benar merupakan api, bukan pantulan panas biasa.
Kepala BPBD Provinsi Babel, Budi Utama, mengonfirmasi bahwa sebaran titik panas paling banyak ditemukan di Bangka Barat dengan 19 titik. Disusul Bangka Tengah 12 titik, Bangka Selatan 10 titik, Belitung Timur 9 titik, Bangka 7 titik, dan Belitung 3 titik. "Kami terus melakukan pengecekan lokasi dan tindakan penanganan cepat terhadap titik-titik tersebut," ujar Budi, Selasa (15/7).
Dalam rentang waktu Senin (13/7) sore hingga Selasa (14/7) malam, dua peristiwa karhutla dilaporkan melanda dua kabupaten berbeda. Kebakaran pertama terjadi di Desa Cendil, Kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung, yang menghanguskan lahan seluas dua hektare.
Beberapa jam kemudian, api juga melalap kawasan pesisir Pantai Amir, Kelurahan Arung Dalam, Koba, Bangka Tengah. Kebakaran yang terjadi pada malam hari itu menghanguskan sekitar satu hektare lahan di tepi pantai. Budi memastikan bahwa api di kedua lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan oleh tim pemadam kebakaran bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD setempat.
BMKG, melalui data yang diterima BPBD, menyebut potensi karhutla di Babel saat ini sangat tinggi. Kombinasi antara suhu udara yang panas dan embusan angin kencang membuat api mudah menyebar dan sulit dikendalikan begitu muncul di permukaan.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan, termasuk membuang puntung rokok yang masih menyala di area terbuka. "Kondisi cuaca ekstrem saat ini dinilai sangat rawan memicu kobaran api yang sulit dikendalikan," tegas Budi.
Dengan sebaran titik panas yang merata, kewaspadaan warga di Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung Timur, Bangka, dan Belitung diminta ditingkatkan. Masyarakat yang tinggal di dekat kawasan hutan, lahan gambut, atau semak belukar diimbau untuk segera melapor jika melihat kepulan asap atau api yang tak terkendali.
BPBD Babel memastikan personel di lapangan masih melakukan pemantauan dan pendinginan di titik-titik yang telah padam. Langkah preventif berupa patroli dan sosialisasi juga terus digencarkan untuk mencegah munculnya titik api baru di tengah musim kemarau yang belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.