PANGKALPINANG — Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayutrisna, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membina dan mengawasi koperasi agar dikelola secara profesional. Ia menyampaikan hal itu saat membuka Rapat Koordinasi Koperasi se-Kota Pangkalpinang di Balai Betason, Kamis (16/7/2026).
Sebanyak 70 pengurus koperasi dari berbagai kelurahan hadir dalam forum tersebut. Turut mendampingi, Kepala Dinas Koperasi, Perdagangan, dan UMKM Muhammad Yasin, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pangkalpinang Yohanes Ali, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah setempat.
Dalam sambutannya, Dessy menekankan bahwa koperasi tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan semata. Menurutnya, lembaga ini harus menjadi wadah pemberdayaan ekonomi yang berlandaskan semangat gotong royong dan asas kekeluargaan.
“Keberhasilan koperasi tidak hanya diukur dari besarnya keuntungan, tetapi dari sejauh mana koperasi mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh anggotanya,” ujar Dessy.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat menempatkan koperasi sebagai salah satu pilar pembangunan nasional melalui Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Secara nasional, lebih dari 80 ribu koperasi telah terbentuk, dan sekitar 1.061 di antaranya mulai beroperasi.
Di Kota Pangkalpinang, sebanyak 42 Koperasi Merah Putih telah terbentuk. Dari jumlah tersebut, dua koperasi sudah diresmikan dan aktif berjalan, sementara sisanya masih menyelesaikan proses administrasi serta persiapan operasional.
Dessy menilai keberadaan koperasi ini strategis untuk memperpendek rantai distribusi barang, memperluas akses pembiayaan, serta membuka peluang pemasaran produk lokal. Ia berharap koperasi mampu memperkuat perekonomian di tingkat kelurahan secara langsung.
Pemkot Pangkalpinang berencana meningkatkan kompetensi pengurus koperasi melalui pelatihan dan pendampingan. Transformasi digital menjadi salah satu prioritas agar sistem keuangan dan pelaporan berjalan akuntabel.
“Pemerintah Kota Pangkalpinang berkomitmen terus melakukan pembinaan, pengawasan, peningkatan kapasitas pengurus, serta mendorong transformasi digital agar koperasi menjadi modern, sehat, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat serta pertumbuhan ekonomi daerah,” tegas Dessy.
Rapat koordinasi ini diharapkan menjadi momentum bagi pengurus koperasi untuk saling bertukar pengalaman dan menyelaraskan strategi pengelolaan ke depan.