Revitalisasi Perahu Kater di Geosite Pantai Burung Mandi, PT TIMAH Dukung Belitung Timur Hadapi Revalidasi UNESCO 2026

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Kamis, 16 Juli 2026 | 16:23:26 WIB
Display perahu kater di Geosite Pantai Burung Mandi direvitalisasi melalui dukungan CSR PT TIMAH untuk persiapan revalidasi UNESCO 2026.

BELITUNG TIMUR — Bantuan tersebut diwujudkan dalam bentuk rehabilitasi dan pengecatan ulang display perahu kater yang selama ini menjadi salah satu daya tarik wisata di Desa Burung Mandi. Perahu kater merupakan kapal tradisional yang identik dengan nelayan setempat, dan display ini berfungsi sebagai media edukasi bagi wisatawan yang ingin mengenal budaya pesisir Belitung Timur.

Dukungan CSR untuk Target Status Hijau Geopark

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Belitung Timur, Muhammad Yulhaidir, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dengan PT TIMAH. Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah membuat dukungan dari pihak swasta menjadi krusial dalam pembenahan sejumlah titik geosite menjelang revalidasi.

“Melalui dukungan CSR PT TIMAH, kami mengucapkan terima kasih karena telah membantu revitalisasi display kater di Desa Burung Mandi. Ini merupakan salah satu objek yang akan menjadi bagian dari penilaian dalam Belitong Geopark,” ujarnya.

Yulhaidir menambahkan, target utama dari seluruh persiapan ini adalah peningkatan status Geopark Belitung menjadi hijau pada proses revalidasi yang akan datang. Ia menekankan bahwa pengembangan geopark tidak hanya berfokus pada kekayaan geologi, tetapi juga mengangkat nilai budaya dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Perahu Kater: Dari Ikon Budaya Jadi Sarana Pemanduan Wisata

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Burung Mandi, Herkoles, menjelaskan bahwa display perahu kater yang dibangun sejak 2018 sebelumnya mengalami kerusakan akibat faktor usia. Setelah diperbaiki, tampilannya kini kembali menarik dan dapat mendukung kegiatan pemanduan wisata.

“Display kater ini menjadi sarana bagi kami untuk menjelaskan kepada wisatawan tentang sejarah dan fungsi perahu kater sebagai ciri khas nelayan Burung Mandi. Kini tampilannya kembali menarik sehingga dapat mendukung kegiatan pemanduan wisata,” ujarnya.

Herkoles menuturkan, Pantai Burung Mandi memiliki daya tarik tersendiri karena memadukan kekayaan kuliner laut dengan budaya nelayan. Salah satu cerita budaya yang diangkat adalah ikan kerisi yang ditangkap menggunakan perahu kater.

Kolaborasi Menjadi Kunci Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan

Yulhaidir berharap seluruh upaya yang dilakukan, termasuk revitalisasi display perahu kater, dapat mendukung peningkatan status Geopark Belitung menjadi hijau. Ia menegaskan, display kater tidak hanya memperindah kawasan wisata, tetapi juga menjadi media informasi yang menceritakan budaya masyarakat nelayan Belitung Timur.

“Pengunjung tidak hanya melihat, tetapi juga bisa memahami sejarah dan fungsi perahu kater sebagai identitas masyarakat pesisir,” jelasnya.

Sementara itu, Herkoles menyampaikan bahwa dukungan PT TIMAH menjadi motivasi bagi Pokdarwis untuk terus mengembangkan destinasi wisata berbasis geopark di Desa Burung Mandi. “Kami sangat terbantu. Dukungan PT TIMAH menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan destinasi wisata berbasis geopark di Desa Burung Mandi,” tutupnya.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: suarabangka.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top