SUNGAILIAT — Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Dinkominfotik) Kabupaten Bangka resmi memperkenalkan layanan Computer Security Incident Response Team (CSIRT) kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di wilayah tersebut. Langkah ini diambil menyusul meningkatnya kerentanan dan risiko siber dalam tata kelola sistem digital pemerintahan yang kian masif.
Kepala Dinkominfotik Bangka Teddy Sudarsono menyatakan bahwa ancaman terhadap keamanan siber tidak bisa dianggap remeh. "Penting kami kenalkan layanan CSIRT ke seluruh OPD karena melihat ancaman kerentanan dan risiko siber yang besar dalam tata kelola sistem digital pemerintahan saat ini berkembang pesat," ujarnya di Sungailiat pada Kamis (26/9).
Ia menegaskan, penyalahgunaan informasi dan data oleh pihak tidak berkepentingan berpotensi merugikan tatanan sistem pemerintahan secara keseluruhan. Oleh karena itu, CSIRT dibentuk sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan merespons insiden siber.
CSIRT yang sudah dibentuk sejak tahun lalu ini memiliki peran strategis. Teddy menjelaskan, tim ini bertugas membangun kemampuan organisasi untuk melakukan deteksi, respons, dan penanganan insiden keamanan siber secara cepat, tepat, dan terukur.
"CSIRT sudah kami bentuk tahun lalu, tim akan berupaya meningkatkan koordinasi dengan seluruh elemen pemerintah Kabupaten Bangka terkait upaya pengamanan siber ini," jelasnya.
Dalam sosialisasi tersebut, setiap OPD mendapatkan pembekalan materi mendalam. Teddy berharap peserta mampu memahami secara komprehensif konsep, peran tugas, dan mekanisme operasional CSIRT.
"Peserta perwakilan dari OPD yang ikut dalam sosialisasi ini mendapat pembekalan materi mendalam sehingga memberikan pengalaman dan referensi baru bagaimana cara menangkal pihak-pihak yang mencoba menerobos atau merusak sistem siber kita," ujarnya.
Kepala Bidang Persandian Dinkominfotik Kabupaten Bangka Devi Ulya Rakhman mengajak seluruh perangkat daerah bergerak bersama. Ia ingin memperkuat koordinasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam menghadapi risiko dunia siber.
"Kami ingin memperkuat koordinasi dan meningkatkan kapasitas sumber daya di lingkungan pemerintah Kabupaten Bangka dalam menghadapi risiko dan kerentanan dunia siber sehingga tercipta ketahanan siber organisasi serta mendukung terciptanya sistem pemerintahan berbasis elektronik yang handal," jelas dia.
Penguatan tata kelola keamanan siber ini dinilai krusial untuk mencegah kerentanan dan risiko ancaman peretasan yang bisa mengganggu layanan publik berbasis digital di Kabupaten Bangka.