PANGKALPINANG — Perum Bulog Cabang Bangka memproyeksikan panen raya padi di Bangka Selatan akan mendongkrak serapan gabah kering petani tahun ini. Dari total potensi 30.000 ton, Bulog menargetkan menyerap 6.600 ton gabah kering sepanjang 2026.
Kepala Perum Bulog Cabang Bangka, Dimas Wage Tantri, mengatakan pihaknya telah memantau langsung sentra-sentra pertanian di empat desa utama. "Kita sudah melakukan monitoring dan evaluasi potensi-potensi panen padi di Bangka Selatan tahun ini," ujarnya di Pangkalpinang, Jumat.
Hasil pemantauan Bulog dan data Dinas Pertanian setempat menunjukkan, lahan produktif terkonsentrasi di Desa Pulau Besar, Batu Betumpang, Rias, dan Desa Serdang. Saat ini petani di wilayah tersebut sudah mulai memasuki masa panen raya.
"Saat ini petani di Bangka Selatan sudah mulai memasuki panen raya padi, sehingga dapat meningkatkan serapan gabah kering Bulog Bangka tahun ini," kata Dimas.
Hingga Juni 2026, Bulog Cabang Bangka telah menyerap 3.300 ton gabah kering petani. Angka itu setara dengan sekitar 50 persen dari target tahunan yang ditetapkan Bulog Pusat. Dimas optimistis serapan akan bertambah pada Juli mendatang.
"Kita hingga Juni tahun ini telah menyerap 3.300 gabah kering petani dan mudah-mudahan akhir Juli tahun ini akan kembali menyerap 400 ton gabah kering dari Bangka Selatan ini," ujarnya.
Dimas menjelaskan, dari lima kabupaten/kota di Bangka Belitung, hanya Bangka Selatan yang mampu menyuplai gabah dalam jumlah besar ke Bulog. Daerah seperti Bangka, Bangka Tengah, dan Bangka Barat masih menghadapi keterbatasan hasil panen.
"Hasil panen padi petani di kabupaten lainnya masih kecil dan hanya cukup untuk konsumsi keluarga petani di daerah itu. Oleh karena itu, kita dalam penyerapan gabah kering ini memfokuskan di Bangka Selatan," katanya.
Meski demikian, Bulog tetap membuka peluang bagi petani di seluruh wilayah untuk menjual gabah kering dengan harga Rp6.500 per kilogram. Proses penyerapan akan berlangsung hingga 31 Desember 2026.
"Kami tetap melakukan penyerapan gabah kering petani daerah ini hingga 31 Desember tahun ini," pungkas Dimas.