SIDOARJO — Perjalanan UMKM kuliner "It's Me Time" membuktikan bahwa pendampingan perbankan yang tepat bisa mengubah usaha rumahan menjadi pemain global. Pemilik usaha, Jalian Setiarsa atau Arso, memulai bisnis brownies ketan pada November 2017 hanya dengan modal nekat dan dapur pribadi.
Produksi awal yang hanya 300 buah per bulan perlahan membengkak seiring meningkatnya permintaan. Arso kemudian memutuskan menjadi nasabah simpanan BRI pada 2018, yang membuka aksesnya terhadap berbagai layanan finansial dan pendampingan usaha.
Dukungan Bukan Sekadar Pinjaman Modal
Menurut Arso, dukungan BRI tidak hanya soal pembiayaan. Ia mengaku mendapat pendampingan langsung dari petugas BRI di lapangan yang benar-benar memahami kebutuhan bisnisnya.
"Saya merasakan bagaimana petugas BRI turut memahami kebutuhan usaha kami, memberikan penjelasan dengan ramah, serta membantu proses bisnis saya berjalan lebih mudah dan sesuai kebutuhan bisnis," ujar Arso dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, baru-baru ini.
Varian Choco Chip Jadi Andalan Ekspor
Varian brownies ketan Choco Chip menjadi produk unggulan yang membawa nama "It's Me Time" ke pasar global. Meski bahan berita tidak merinci negara tujuan ekspor, pencapaian ini menunjukkan bahwa UMKM kuliner Indonesia mampu bersaing di kancah internasional.
Arso menyebut, rasa percaya diri untuk terus mengembangkan usaha muncul karena merasa tidak berjalan sendirian. "Segala dukungan dari petugas BRI menjadi pemantik semangat untuk terus membesarkan usahanya, karena merasa tidak berjalan sendirian dalam menghadapi tantangan modal usaha," tambahnya.
Dari Dapur Rumah ke Pasar Dunia
Kisah Arso menjadi contoh nyata bagaimana UMKM bisa naik kelas dengan kombinasi produk berkualitas dan akses perbankan yang tepat. Mulai dari dapur rumah di Sidoarjo, brownies ketan buatannya kini dikenal hingga ke luar negeri.
BRI sendiri terus mendorong program pendampingan bagi pelaku UMKM di berbagai daerah. Keberhasilan "It's Me Time" diharapkan bisa menginspirasi pengusaha kecil lainnya untuk berani melangkah ke pasar yang lebih luas.