KOBA — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Bangka Tengah menargetkan program peningkatan produktivitas perkebunan sawit rakyat mencakup 540,94 hektare pada tahun ini. Dari luasan tersebut, 379,45 hektare dialokasikan untuk program intensifikasi dan 161,49 hektare untuk Peremajaan Sawit Pekebun (PSR) yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).
Kepala DPKP Bangka Tengah, Dian Akbarini, menyatakan program ini dirancang untuk memperbaiki kualitas tanaman sawit milik pekebun. Harapannya, produktivitas kebun rakyat meningkat dan hasil yang diperoleh petani lebih optimal.
“Program ini bertujuan meningkatkan produktivitas kebun rakyat sekaligus memperbaiki kualitas tanaman agar mampu memberikan hasil yang lebih optimal bagi petani,” kata Dian di Koba, Kamis (6/8/2026).
Dukungan terhadap pekebun tidak hanya berupa peremajaan lahan. Pemkab Bangka Tengah juga menyalurkan 1.085 batang benih kelapa sawit tahap pre nursery kepada kelompok tani di Desa Namang dan Desa Kulur Ilir.
Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan 8.000 batang benih sawit siap tanam. Bibit tersebut akan didistribusikan kepada enam kelompok tani yang tersebar di Desa Terentang III, Teru, Namang, Katis, Kerantai, dan Cambai.
Pemkab Bangka Tengah juga mendorong praktik perkebunan berkelanjutan melalui pendampingan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO). Pendampingan diberikan kepada dua kelembagaan pekebun, yakni Gapoktan Latih Asri di Desa Sungkap dan Perkumpulan Kelompok Tani Suka Makmur Celuak.
Langkah ini diharapkan meningkatkan daya saing produk sawit rakyat. Standar keberlanjutan yang diterapkan di tingkat pekebun juga diharapkan semakin meluas.
“Penguatan produktivitas, penyediaan bibit unggul dan penerapan standar ISPO menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan pekebun sekaligus menjaga keberlanjutan sektor perkebunan kelapa sawit,” ujar Dian.