Sistem Kerja Tiga Shift Diterapkan, Menteri Dody Hanggodo Kejar Rampungnya Sekolah Rakyat

Penulis: Redaksi  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32:06 WIB
Sistem Kerja Tiga Shift Diterapkan, Menteri Dody Hanggodo Kejar Rampungnya Sekolah Rakyat

JAKARTA - Deru alat berat masih terdengar hingga malam di lokasi pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Barat, imbas dari sistem kerja tiga shift yang diterapkan Kementerian PU demi mengejar target penyelesaian.

Tiga sekolah berasrama gratis tersebut dibangun di Kabupaten Sumedang, Indramayu, dan Cirebon, sebagai bagian dari Program Prioritas Nasional Presiden Prabowo Subianto bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa proyek ini mencerminkan kehadiran negara membuka akses pendidikan layak, sekaligus upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya tak pernah bersekolah.

"Mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa disekolahkan di sini. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan. Dikasih fasilitas yang megah, dikasih buku, seragam, sepatu, makan, sampai tempat tidur di asrama. Jadi Pak Presiden Prabowo Subianto memuliakan anak-anak dari kalangan prasejahtera," kata Menteri Dody.

Pembagian tiga shift kerja membuat proyek berjalan nyaris sepanjang waktu, ditambah metode kerja paralel di berbagai bagian bangunan serta pemakaian metal deck slab dengan wiremesh yang mempersingkat waktu pengerjaan struktur.

"Untuk mengejar penyelesaian pembangunan, Kementerian PU menerapkan sejumlah strategi percepatan, antara lain sistem kerja tiga shift, metode kerja paralel, serta penggunaan metal deck slab dengan wiremesh," kata Menteri PU Dody Hanggodo.

Ketiga lokasi kini memasuki tahap finishing pada beberapa bagian gedung, dan Kementerian PU memastikan pekerjaan tersebut tetap memperhatikan keselamatan kerja tanpa mengganggu kegiatan belajar-mengajar yang telah berjalan.

PT Brantas Abipraya bersama PT Uno Tanoh Seuramoh, yang tergabung dalam Kerja Sama Operasi (KSO), menjadi pelaksana pembangunan dengan fasilitas terpadu meliputi gedung sekolah, asrama siswa, rusun guru, laboratorium, masjid, gedung serbaguna, kantin, dapur, instalasi air bersih, pengolahan limbah, dan fasilitas olahraga.

Proyek ini mendukung Visi PU 608, terutama target 0% kemiskinan lewat penyediaan infrastruktur pendidikan yang memperluas akses layanan dasar dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Reporter: Redaksi
Back to top