KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib menyebut rentetan kematian dalam insiden tersebut sebagai pukulan terberat sepanjang kepemimpinannya. Ia menyampaikan langsung belasungkawa saat melayat ke rumah duka di Desa Pontodon Timur bersama Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat dan jajaran Forkopimda, sekaligus hadir dalam prosesi pemakaman.
"Satu nyawa adalah hitungan yang sangat besar bagi kita semua, tetapi hari ini kenyataan pahit harus saya telan karena ini sudah korban yang kesembilan kalinya," ujar Weny dalam keterangan yang dikutip dari rilis resmi Pemkot Kotamobagu.
Kecelakaan terjadi pada hari terakhir Open Tournament TIDAR-Muda Charaka Drag Race–Drag Bike Kotamobagu Championship 2026. Mobil peserta yang sedang melaju tiba-tiba hilang kendali, menerobos pembatas lintasan, lalu menabrak penonton yang berada di sisi trek.
Muksin merupakan warga yang mengalami luka berat dan dirujuk ke Manado untuk perawatan lanjutan. Ia meninggal setelah menjalani perawatan medis selama kurang lebih satu pekan. Sebelumnya, delapan korban lain telah lebih dulu dinyatakan tewas di lokasi kejadian maupun saat dilarikan ke rumah sakit terdekat.
Weny menegaskan perlunya audit menyeluruh terhadap protokol keselamatan penyelenggaraan acara publik di Kotamobagu. Ia tidak menutup kemungkinan adanya kelemahan struktural dalam pengelolaan lintasan yang berujung pada fatalitas tinggi.
"Sebagai pimpinan daerah, tentunya ini adalah pukulan yang paling kuat dan berat yang saya hadapi selama hidup saya," tegasnya di hadapan keluarga korban.
Pernyataan tersebut mengindikasikan tekanan besar terhadap pemerintah kota untuk memastikan kasus serupa tidak terulang, terutama mengingat ajang serupa kerap digelar di daerah tersebut tanpa pengawasan ketat.
Polda Sulawesi Utara mengambil alih penanganan kasus ini. Penyidik memeriksa pengemudi mobil yang mengalami hilang kendali serta mendalami dugaan kelalaian panitia penyelenggara dalam menyediakan pembatas lintasan yang memadai dan prosedur evakuasi darurat.
Mekanisme perizinan keselamatan arena balap juga menjadi sorotan utama. Aparat tengah menguji apakah izin pelaksanaan acara telah memenuhi standar keamanan minimum sesuai regulasi kepolisian dan peraturan daerah tentang keramaian umum.
Penetapan tersangka belum diumumkan. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan alat bukti untuk menentukan pihak yang bertanggung jawab secara hukum, baik dari unsur penyelenggara maupun pengemudi, atas sembilan nyawa yang melayang.
Hingga berita ini diturunkan, panitia Open Tournament TIDAR-Muda Charaka belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait perkembangan penyidikan maupun rencana kompensasi bagi keluarga korban.