KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Rencana kedatangan ratusan kendaraan roda empat itu sudah dikonfirmasi oleh pengelola Taman Wisata Puncak Bila, Ahmad Shalihin Halin. Ia menyatakan kesiapan lokasi untuk menampung para peserta yang datang dari berbagai kota. "Kami menyambut baik kedatangan keluarga besar KIDC Indonesia. Semoga Puncak Bila menjadi tempat berkumpul dan bersilaturahmi yang memberikan kesan positif bagi seluruh peserta," ujarnya.
Ketua Panitia, Fadlan Herman, menegaskan bahwa event ini dirancang lebih dari sekadar perayaan ulang tahun komunitas. Ada harapan agar gelombang kedatangan 400 mobil ini ikut menggerakkan ekonomi lokal dan memperkenalkan potensi wisata Sidrap ke khalayak yang lebih luas.
"Kami sangat antusias. Ini bukan sekadar touring dan perayaan anniversary, tetapi momentum memperkuat persaudaraan, kekompakan, dan rasa kekeluargaan," kata Fadlan. Ia menambahkan, persiapan teknis di lokasi terus dimatangkan menjelang hari-H.
Dengan skala 400 mobil yang datang bersamaan, manajemen arus kendaraan di kawasan Puncak Bila menjadi faktor krusial. Pengelola dan panitia dituntut menyiapkan skema parkir yang efisien serta jalur keluar-masuk yang tidak macet, mengingat lokasi wisata berada di area perbukitan yang jalannya relatif sempit.
Belum ada rincian resmi mengenai kapasitas parkir maksimal Puncak Bila atau rekayasa lalu lintas yang akan diterapkan. Namun, antusiasme pengelola untuk menerima rombongan sebesar ini patut diapresiasi, sekaligus menjadi pekerjaan rumah tersendiri untuk memastikan kenyamanan peserta yang menempuh perjalanan jauh.
Ketua Umum KIDC Indonesia, Irwan Bahar, menyebut perayaan ke-12 ini sebagai momentum penting untuk mempererat solidaritas antaranggota. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran acara. "Kami ingin Anniversary KIDC Indonesia ke-12 menjadi momentum untuk semakin mempererat silaturahmi dan kekeluargaan," ungkapnya.
Selama dua hari kegiatan, seluruh peserta diimbau menjaga keselamatan, kebersihan, dan ketertiban. Standar perilaku ini dinilai penting untuk menjaga nama baik komunitas di mata masyarakat lokal, sekaligus memastikan acara berjalan lancar tanpa insiden.
Kedatangan 400 mobil dengan estimasi ratusan peserta tentu berdampak pada okupansi hotel, rumah makan, dan UMKM di sekitar Kabupaten Sidenreng Rappang. Momen ini menjadi peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan pasar baru dari luar daerah.
Jika pengelolaan acara berhasil, Puncak Bila berpotensi menjadi destinasi favorit untuk agenda touring komunitas otomotif nasional. Keberhasilan ini akan menjadi portofolio kuat bagi pariwisata Sulawesi Selatan dalam menarik event serupa di masa mendatang.