Pawai Kemerdekaan ke-81 di Bangka Barat Diikuti 50 Peserta, Ribuan Warga Padati Jalan Mentok

Penulis: Jonatan Nasution  •  Selasa, 25 Agustus 2026 | 12:02:02 WIB
Ribuan warga memadati Jalan Mentok untuk menyaksikan pawai kemerdekaan ke-81 yang diikuti 50 peserta di Bangka Barat, Senin (24/8/2026).

MENTOK — Jalan-jalan di pusat Kota Mentok berubah menjadi ruang publik yang penuh warna sejak Senin pagi. Pawai kemerdekaan yang digelar Pemerintah Kabupaten Bangka Barat ini diikuti 50 peserta dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari pelajar SD hingga organisasi kepemudaan.

Rute pawai dimulai dari Lapangan Golf dan berakhir di Gedung Perpustakaan Daerah/Mal Pelayanan Publik. Panitia mencatat jumlah peserta naik dari 48 orang pada Sabtu (22/8/2026) menjadi 50 orang saat pelaksanaan.

Anak-anak Jadi Pemeran Utama Pawai

Barisan anak-anak menjadi pemandangan paling menonjol sepanjang pawai. Mereka berjalan dengan seragam merah-putih, sebagian mengenakan ornamen emas dan topi berbulu merah. Irama drum yang ditabuh bergantian menembus riuh percakapan penonton.

Delapan sekolah dasar tercatat ambil bagian, di antaranya MIT SAQU Salsabila, SD 20 Mentok, SD 15 Mentok, SD 6 Mentok, SD 21 Mentok, SD 1 Mentok, SD 19 Mentok, dan SD Muhammadiyah Mentok. Dari jenjang SMP, terdapat SMPN 2 Mentok, SMPN 5 Mentok, SMPN 3 Mentok, dan SMP Santa Maria.

Sementara dari tingkat SMA, peserta berasal dari SMAN 1 Mentok, SMKN 1 Mentok, SMK Bina Karya 2, SMK Bina Karya 1, dan MAN 1 Bangka Barat.

Panas Matahari Jadi Perhatian Panitia

Cuaca menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pelaksanaan pawai. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bangka Barat, Thanthowi, S.IP, mengimbau peserta menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca yang sangat panas di siang hari.

"InsyaAllah kita akan mulai jam 07.00 WIB mengingat kondisi cuaca yang sangat panas di siang hari. Tampilkan performa terbaik," ujar Thanthowi, Senin (24/8/2026).

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa panas bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi berkaitan dengan keselamatan peserta, terutama anak-anak yang berjalan dalam barisan.

Aparat Keamanan Berjaga di Sepanjang Jalur

Di balik kemeriahan parade, aparat kepolisian berdiri di sepanjang jalur untuk mengatur lalu lintas dan memastikan peserta bergerak aman. Mereka tidak mengenakan kostum warna-warni, tetapi menjadi bagian penting dari kelancaran acara.

Pengamanan meliputi pengaturan lalu lintas, pengendalian kerumunan, dan memastikan jalur pawai steril dari kendaraan umum selama acara berlangsung.

Kendaraan Hias dan Komunitas Meriahkan Rute

Sepeda hias, motor hias, dan mobil hias menambah warna pada rangkaian pawai. Peserta umum seperti HAPKIDO, Kampung Puput, Gokasi, Wate Bida, Pencak Silat Satria Muda, KNPI, Tresno Budoyo, dan RW 02 Kampung Air Terjun turut memeriahkan acara.

Dari unsur pemerintah dan instansi, Dikpora Bangka Barat, Bapperida Bangka Barat, dan Dinas Lingkungan Hidup Bangka Barat ikut ambil bagian. Keragaman peserta memperlihatkan bagaimana jalan publik menjadi ruang perjumpaan antara sekolah, komunitas, dan pemerintah.

Bagi anak-anak yang belum sepenuhnya memahami sejarah kemerdekaan melalui buku pelajaran, pawai memberi pengalaman langsung tentang kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab. Mereka belajar bahwa menjadi bagian dari sebuah bangsa berarti mampu berjalan bersama meskipun memiliki perbedaan.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: trasberita.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top