Festival Nganggung di Pangkalpinang Jadi Simbol Persatuan, Ketua TP-PKK Babel Dorong Tradisi Terus Dilestarikan

Penulis: Alfian Batubara  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:10:31 WIB
Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menghadiri Festival Nganggung di Masjid Raya Tuatunu, Pangkalpinang, Selasa (25/8/2026).

PANGKALPINANGFestival Nganggung yang digelar di Masjid Raya Tuatunu, Pangkalpinang, pada Selasa (25/8/2026) menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat dalam suasana kebersamaan. Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Noni Hidayat Arsani, menegaskan tradisi khas masyarakat Babel ini perlu terus digelar agar semakin ramai dan tidak tergerus zaman.

Menurut Noni, Nganggung bukan sekadar acara makan bersama. Tradisi ini mengandung nilai gotong royong yang sudah mengakar kuat di masyarakat Bangka Belitung.

Momen Mempererat Silaturahmi antara Pemerintah dan Masyarakat

Noni menilai festival semacam ini menjadi momentum tepat untuk mempertemukan pemerintah dan masyarakat dalam satu wadah yang hangat. Ia berharap kegiatan serupa bisa semakin sering dilaksanakan ke depannya.

"Di sini antara pemerintah dengan masyarakat kita berbaur, bersilaturahmi dan mengikhtiarkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Mudah-mudahan acara seperti ini terus kita laksanakan, semakin banyak, semakin ramai," kata Noni.

Nganggung Cerminan Jati Diri dan Gotong Royong Masyarakat Babel

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Agus Suryadi, yang hadir mewakili Gubernur Babel Hidayat Arsani, menyebut Nganggung sebagai cerminan jati diri masyarakat setempat. Tradisi ini menjunjung tinggi nilai kebersamaan, silaturahmi, dan rasa syukur kepada Allah SWT.

"Festival Nganggung ini cerminan jati diri masyarakat Bangka Belitung yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, kebersamaan, silaturahmi dan rasa syukur kepada Allah SWT," ujar Agus.

Perayaan Maulid Nabi dengan tradisi Nganggung di Masjid Raya Tuatunu berlangsung khidmat. Warga dari berbagai kalangan tampak hadir membawa dulang berisi makanan khas untuk kemudian disantap bersama-sama.

Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa di tengah arus modernisasi, tradisi lokal masih memiliki tempat penting dalam mempererat ikatan sosial masyarakat Bangka Belitung.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: sekilasindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top