BELITUNG — BAZNAS Kabupaten Belitung memutuskan untuk menyalurkan bantuan berupa tiga tandon air berkapasitas 1 ton kepada PMI Kabupaten Belitung. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas keluhan warga di sejumlah titik di Kota Tanjungpandan yang kesulitan mendapatkan air bersih selama musim kemarau.
Ketua BAZNAS Kabupaten Belitung, Firmansyah, mengatakan pihaknya menaruh perhatian serius terhadap bencana kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Tanjungpandan. Menurutnya, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.
Firmansyah menjelaskan, air yang kotor dan tidak layak konsumsi berpotensi memicu berbagai penyakit seperti diare, kolera, hingga penyakit lain yang berasal dari bibit penyakit terkontaminasi. Oleh karena itu, pendistribusian tandon ini diharapkan mampu meminimalkan dampak buruk kekeringan.
"Air bersih membantu mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan masyarakat, air bersih juga dibutuhkan untuk konsumsi tubuh. Jadi, BAZNAS BELITUNG ingin meminimalkan dampak kekeringan ini, salah satunya dengan pendistribusian penyediaan tandon air," kata Firmansyah, Rabu (26/8/2026).
Firmansyah menambahkan, bantuan ini tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan harian. Ia menilai akses terhadap air bersih juga menjadi faktor penting bagi keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Belitung.
"Ketika warga memiliki akses terhadap air bersih, ini dapat mendukung perkembangan ekonomi pelaku UMKM dan lainnya," ujarnya.
Ia menegaskan, pendistribusian tandon air ini bukanlah program sekali jalan. BAZNAS Belitung berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak terkait guna menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan, sejalan dengan visi menyejahterakan umat.