Polres Bangka Tengah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) setempat mengumpulkan 25 kantong darah melalui kegiatan bakti kesehatan untuk membantu pemenuhan kebutuhan darah pasien RSUD Abu Hanifah, Koba. Kegiatan donor darah tersebut digelar dengan melibatkan anggota kepolisian dan berbagai unsur masyarakat. Kapolres Bangka Tengah AKBP Samuel Simanjuntak menyebut kebutuhan darah bersifat berkelanjutan sehingga kegiatan semacam ini perlu terus dilakukan.
KOBA — Jajaran Polres Bangka Tengah menyerahkan hasil kegiatan bakti kesehatan berupa donor darah kepada PMI Kabupaten Bangka Tengah. Sebanyak 25 kantong darah terkumpul dari kegiatan yang digelar bersama RSUD Abu Hanifah itu. Darah tersebut akan digunakan untuk membantu pasien yang membutuhkan transfusi di fasilitas kesehatan setempat.
Kapolres Bangka Tengah AKBP Samuel Simanjuntak mengatakan donor darah merupakan bentuk kepedulian jajaran kepolisian terhadap masyarakat, terutama pasien yang membutuhkan transfusi darah. Menurut dia, kebutuhan darah tidak pernah berhenti sehingga kegiatan donor perlu terus dilakukan dengan melibatkan anggota kepolisian dan berbagai unsur masyarakat.
"Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Darah yang terkumpul nantinya dapat digunakan untuk membantu pasien yang membutuhkan melalui pelayanan kesehatan," kata Samuel di Koba.
Ketua PMI Kabupaten Bangka Tengah Maya Dwie Kusumah menyebut 25 kantong darah yang terkumpul menjadi kontribusi nyata jajaran kepolisian dalam menjaga ketersediaan darah bagi masyarakat. Menurut dia, kebutuhan darah merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan karena diperlukan untuk membantu pasien yang menjalani berbagai tindakan medis.
"Alhamdulillah, dari kegiatan donor darah yang kita laksanakan bersama Polres Bangka Tengah ini terkumpul sebanyak 25 kantong darah," ujar Maya.
Maya menilai keterlibatan Polres Bangka Tengah menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kebutuhan darah dapat dibangun melalui partisipasi berbagai unsur, termasuk institusi kepolisian. PMI Bangka Tengah juga mengapresiasi dukungan RSUD Abu Hanifah karena darah yang terkumpul dapat menambah persediaan untuk pelayanan kesehatan masyarakat.
PMI Bangka Tengah berharap kegiatan donor darah yang melibatkan jajaran Polres Bangka Tengah dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Maya menyebut kegiatan kemanusiaan itu tidak seharusnya terbatas pada momentum peringatan Hari Lalu Lintas Bhayangkara.
"Kegiatan seperti ini sangat berarti karena setiap kantong darah yang berhasil dikumpulkan memiliki nilai kemanusiaan dan dapat membantu masyarakat yang membutuhkan," katanya.
Ia mengajak lebih banyak masyarakat, instansi pemerintah, organisasi, dan komunitas berpartisipasi menjadi pendonor sukarela. Menurut Maya, keterlibatan berbagai pihak diperlukan untuk menjaga ketersediaan darah bagi warga Bangka Tengah yang membutuhkan layanan transfusi.
Samuel berharap kegiatan kemanusiaan tersebut tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu. Ia ingin kepedulian sosial jajaran kepolisian terhadap kebutuhan darah masyarakat menjadi bagian yang berjalan terus-menerus.