Pencarian

BPBD Bangka Tengah Catat 195 Karhutla Sepanjang 2026, 347,77 Hektare Lahan Terdampak

Sabtu, 19 September 2026 • 12:46:01 WIB
BPBD Bangka Tengah Catat 195 Karhutla Sepanjang 2026, 347,77 Hektare Lahan Terdampak

KOBA — Data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bangka Tengah menunjukkan karhutla menjadi kejadian bencana paling dominan sepanjang periode 1 Januari hingga 18 September 2026. Dari 240 kejadian bencana yang tercatat, sebanyak 195 di antaranya atau sekitar 81 persen merupakan karhutla. Dampak utamanya menyasar kawasan hutan dan lahan di wilayah tersebut.

Selain karhutla, BPBD mencatat 20 kejadian angin kencang, 11 banjir, tiga kekeringan, dan dua banjir rob pada periode yang sama. Rangkaian bencana itu membuat 790 orang terdampak dan 255 rumah mengalami kerusakan.

Koba dan Lubuk Besar Jadi Wilayah Paling Sering Terbakar

Karhutla tersebar di enam kecamatan di Bangka Tengah. Koba dan Lubuk Besar mencatat kejadian paling banyak dibanding wilayah lain.

Kecamatan Sungai Selan, Simpang Katis, Namang, dan Pangkalanbaru juga mencatat kejadian karhutla yang datang bersamaan dengan angin kencang. Pola ini memperlihatkan cuaca ekstrem dan pembakaran lahan saling memperkuat risiko kebakaran di sejumlah titik.

Peralihan Musim Perkuat Risiko Cuaca Ekstrem

Yudhi Sabara mengatakan kondisi tersebut menunjukkan karhutla masih menjadi ancaman bencana yang perlu diwaspadai masyarakat. Ia menyoroti masa peralihan musim dengan potensi cuaca ekstrem sebagai faktor yang memperbesar risiko.

"Kondisi tersebut menunjukkan karhutla masih menjadi ancaman bencana yang perlu diwaspadai masyarakat, terutama memasuki masa peralihan musim dengan potensi cuaca ekstrem," kata Yudhi di Koba, Sabtu.

BPBD meminta warga tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan untuk mencegah dampak karhutla meluas. Warga juga diminta segera melaporkan titik api kepada petugas agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin.

"Kita juga meminta masyarakat segera melaporkan titik api kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan mencegah dampak kebakaran meluas," ujarnya.

Langkah Warga Saat Melihat Titik Api

Pelaporan cepat menjadi kunci di wilayah yang akses jalan dan sumber airnya terbatas. Petugas Pusdalops BPBD Bangka Tengah menerima laporan titik api sepanjang periode pemantauan untuk menentukan langkah penanganan di lapangan.

Data 240 kejadian bencana sepanjang Januari hingga 18 September 2026 menjadi dasar BPBD menyusun prioritas penanganan di enam kecamatan. Karhutla tetap berada di urutan teratas karena frekuensinya jauh melampaui jenis bencana lain.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks