Baznas Pangkalpinang Baru Himpun Rp1,3 Miliar dari Target Rp2,5 Miliar, Sejumlah Lembaga Vertikal Belum Berkontribusi

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Kamis, 24 September 2026 | 10:02:01 WIB
Ketua Baznas Kota Pangkalpinang Paidi menyampaikan capaian penghimpunan zakat, infak, dan sedekah baru sekitar Rp1,3 miliar dari target Rp2,5 miliar.

PANGKALPINANG — Penghimpunan zakat, infak, dan sedekah Baznas Kota Pangkalpinang belum merata. Sejumlah instansi pemerintah pusat yang beroperasi di daerah ini tercatat belum menyalurkan kontribusi ke lembaga pengelola zakat tersebut. Kondisi itu membuat capaian penghimpunan baru sekitar Rp1,3 miliar sampai September 2026, dari target setahun Rp2,5 miliar.

Ketua Baznas Kota Pangkalpinang Paidi mengatakan pihaknya sudah menyambangi sejumlah instansi agar ikut berkontribusi. Namun, respons yang datang belum menyeluruh.

Lembaga Vertikal yang Belum Menyentuh Kontribusi Zakat

Paidi merinci sejumlah lembaga vertikal yang belum memberikan kontribusi. Daftarnya mencakup Baznas pusat, Polres, Dandim, Kejari, pengadilan agama, pengadilan tinggi, kejaksaan, BPS, hingga kantor pertanahan.

"Banyak yang belum menyentuh. Baznas, Jakarta, Polres, kemudian Dandim, Kejari, pengadilan agama, pengadilan tinggi, kejaksaan, BPS, pertanahan, belum semua," kata Paidi kepada wartawan, Kamis (24/9/2026).

Sosialisasi juga telah disampaikan kepada pihak Imigrasi. Dari sekian banyak instansi vertikal, baru Kementerian Agama dan lembaga pemasyarakatan yang tercatat aktif menyalurkan kontribusi.

"Yang baru berkontribusi, yang vertikal, pertama Kementerian Agama, kemudian lapas," ujarnya.

OPD dan Sekolah Belum Rutin Setor, Baru 40-50 Persen

Persoalan tidak berhenti di lembaga vertikal. Organisasi perangkat daerah (OPD) dan sekolah di lingkungan Pemerintah Kota Pangkalpinang juga belum sepenuhnya rutin menyetor. Paidi menyebut kontribusi dari OPD saat ini baru berkisar 40-50 persen.

"Masih ada OPD-OPD yang sampai sekarang ini belum berkontribusi," katanya.

Dana yang dihimpun Baznas berasal dari zakat, infak, dan sedekah aparatur sipil negara (ASN) di Kota Pangkalpinang. Pengumpulan menyasar berbagai unsur pemerintahan, mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga sekretariat daerah.

Potensi Rp300 Juta per Bulan, Baru Terealisasi Sepertiga

Baznas memperkirakan potensi penghimpunan zakat di Pangkalpinang mencapai sekitar Rp300 juta per bulan atau Rp3,6 miliar dalam setahun. Angka itu jauh di atas realisasi yang baru sekitar Rp1,3 miliar hingga September.

"Potensi di kita ini besar sebenarnya. Kami anggarkan paling tidak Rp300 juta per bulan," ujar Paidi.

Sebagai pembanding, tahun lalu Baznas Pangkalpinang menargetkan penghimpunan sekitar Rp2 miliar dan realisasinya mencapai Rp2,1 miliar. Target tahun ini dinaikkan menjadi Rp2,5 miliar.

433 Pelajar Terima Beasiswa Cendekia Senilai Rp155,95 Juta

Di tengah penghimpunan yang belum mencapai target, Baznas Pangkalpinang menyalurkan bantuan pendidikan senilai Rp155,95 juta kepada 433 pelajar dari keluarga kurang mampu. Penerima terdiri dari 247 pelajar tingkat SD dan MI serta 186 pelajar SMP dan MTs.

"Jumlah semuanya 433 dengan angka Rp155.950.000," kata Paidi saat penyaluran Beasiswa Cendekia Baznas Kota Pangkalpinang untuk siswa SD/MI dan SMP/MTs.

Pelajar SD dan MI masing-masing menerima Rp300.000, sedangkan pelajar SMP dan MTs menerima Rp400.000. Penerima juga memperoleh bantuan konsumsi sebesar Rp25.000 untuk tingkat SD dan Rp45.000 untuk tingkat SMP dan MTs.

Bantuan diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga fakir dan miskin. Dana dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, seperti tunggakan biaya sekolah, pakaian, sepatu, dan buku.

Baznas juga menerima pengajuan bantuan pendidikan secara insidental dari sekolah maupun masyarakat. Besaran bantuan disesuaikan dengan kemampuan dana yang tersedia.

"Kalau mereka minta Rp5 juta, kita mampu backup Rp3 juta. Karena tadi tergantung kepada pengumpulan," kata Paidi.

Paidi berharap kontribusi zakat dari ASN, OPD, sekolah, serta lembaga vertikal dapat semakin luas. Dengan begitu, potensi penghimpunan zakat di Pangkalpinang bisa lebih optimal.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: suarabangka.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top