KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Jeep Recon EV 2027 membuktikan bahwa SUV listrik bisa tetap garang di medan off-road dengan tenaga 670 hp dan atap yang bisa dibuka, tapi daya jelajahnya yang hanya 222-240 mil menjadi kompromi besar. Dengan harga premium di kelas SUV listrik, Recon menyasar penggemar petualangan yang siap mengorbankan jangkauan demi kemampuan off-road sejati. Sayangnya, tes jalan raya kami mencatat hasil yang jauh di bawah klaim pabrikan.
Jeep Recon EV hadir sebagai alternatif listrik dari Wrangler, mempertahankan desain kotak khas Jeep dengan atap yang bisa dibuka dan pintu yang bisa dilepas. Kombinasi ini memberikan sensasi kebebasan terbuka yang menjadi ciri khas Jeep, tapi dalam paket tenaga listrik.
Dua motor listrik dipasang di depan dan belakang, menghasilkan total 670 horsepower dan penggerak semua roda. Akselerasi terasa sangat cepat, dengan hasil tes 0-60 mph hanya 3,5 detik—angka yang impresif untuk SUV mid-size yang berfokus pada kemampuan off-road.
Tenaga Besar, Tapi Daya Jelajah Jadi Kompromi
Di balik performa apik, Recon EV menyimpan kelemahan signifikan: daya jelajah. Baterai 100,5 kWh diklaim mampu menempuh 222 mil untuk trim Moab dan 240 mil untuk Overland versi EPA. Namun dalam tes jalan raya 75 mph yang dilakukan Car and Driver, trim Moab hanya mencapai 160 mil—jauh di bawah klaim.
Angka ini menjadi masalah nyata bagi pengguna yang ingin membawa Recon dari kota ke medan off-road dan kembali lagi. Untuk petualangan jarak jauh, perencanaan pengisian daya menjadi krusial.
Pengisian Daya: NACS di Model 2027
Model 2027 membawa perubahan penting: port pengisian NACS menggantikan konektor CCS, sehingga Recon kini bisa mengisi daya di Tesla Supercharger. Dengan arsitektur 400 volt, pengisian DC fast charger dari 20 ke 80 persen diklaim memakan waktu 28 menit.
Untuk pengisian Level 2 di rumah dengan sirkuit 240 volt, waktu yang dibutuhkan sekitar 7 jam dari 5 ke 80 persen. Sementara jika hanya mengandalkan colokan rumah 110 volt, waktu pengisian bisa mencapai 52 jam—praktis tidak realistis untuk pemakaian harian.
Kemampuan Off-Road: Tetap Jeep Sejati
Recon EV dilengkapi differential lock elektrik, ground clearance 9,1 inci, dan sistem Select-Terrain dengan mode rock, sand, dan snow. Dalam pengujian, Recon terasa lincah di jalan raya dengan kualitas berkendara dan handling yang lebih baik dibanding Wrangler berbahan bakar bensin.
Namun di medan off-road, throttle yang terlalu sensitif dan rem yang terlalu responsif membuat Recon lebih sulit dikendalikan. Meski tetap capable di medan berat, pengemudi perlu adaptasi ekstra.
Interior dan Fitur
Kabin Recon mengikuti filosofi desain Jeep lainnya seperti Cherokee dan Wagoneer. Trim Moab hadir dengan upholstery kulit sintetis dan jok depan berpemanas sebagai standar. Fitur premium seperti jok berventilasi dan kaca spion digital tersedia sebagai opsi.
Baris kedua menggunakan bangku split 60/40 dengan opsi jok berpemanas. Kapasitas penarik mencapai 3.300 pound dengan paket Trailer Tow Group—sedikit di bawah Wagoneer S yang mampu 3.500 pound.
Kelebihan
- Tenaga 670 hp dengan akselerasi 0-60 mph 3,5 detik
- Desain kotak khas Jeep dengan atap terbuka dan pintu lepas
- Kemampuan off-road sejati dengan differential lock dan ground clearance 9,1 inci
- Port NACS memungkinkan pengisian di Tesla Supercharger
- Kualitas berkendara di jalan raya lebih baik dari Wrangler bensin
Kekurangan
- Daya jelajah EPA hanya 222-240 mil, dan hasil tes jalan raya cuma 160 mil
- Throttle dan rem terlalu sensitif saat off-road
- Harga awal yang tinggi untuk kelasnya
- Pengisian dengan colokan rumah 110 volt sangat lambat (hingga 52 jam)
- Kapasitas penarik lebih rendah dari Wagoneer S
Verdict: Untuk Siapa Recon EV?
Jeep Recon EV cocok untuk penggemar off-road yang menginginkan kendaraan listrik dengan karakter Jeep sejati dan tidak masalah dengan daya jelajah terbatas untuk penggunaan jarak jauh. Jika Anda lebih mementingkan jangkauan dan kemewahan, Wagoneer S bisa jadi pilihan lebih masuk akal.
Bagi yang belum siap dengan keterbatasan infrastruktur pengisian daya, mempertimbangkan model bekas satu hingga tiga tahun—yang kemungkinan masih bergaransi dan lebih murah—bisa menjadi langkah cerdas.