BANGKA BARAT — Pemerintah Kabupaten Bangka Barat menilai Melayu Ketapik Festival 2026 punya peran strategis dalam memperkuat identitas daerah sekaligus menggerakkan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM. Penghargaan disampaikan langsung oleh Bupati Markus kepada panitia, komunitas budaya, pemuda, masyarakat Desa Kacung, hingga sponsor yang berkontribusi sejak rangkaian acara hingga malam puncak.
Malam puncak festival dihadiri Wakil Bupati Bangka Barat, Ketua DPRD Bangka Barat, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bangka Barat. Kehadiran jajaran pemerintah daerah itu menegaskan posisi festival sebagai agenda budaya yang melibatkan lintas instansi, bukan sekadar kegiatan komunitas.
Penghargaan untuk Panitia dan Warga Desa Kacung
Dalam sambutannya, Markus menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang bekerja keras menyukseskan rangkaian kegiatan. Ia menyebut dukungan itu yang membuat festival dapat terselenggara dengan baik dari pembukaan hingga malam puncak.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dan memberikan dukungan sehingga Melayu Ketapik Festival dapat terselenggara dengan baik," ujar Markus.
Nilai Luhur Budaya Melayu yang Ingin Diwariskan
Bagi Markus, festival ini bukan sekadar hiburan atau perayaan tahunan. Kegiatan tersebut merupakan wujud kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Melayu yang telah diwariskan para leluhur.
Budaya Melayu, kata dia, mengandung nilai-nilai luhur seperti kesantunan, kebersamaan, gotong royong, penghormatan kepada orang tua, serta semangat hidup berdampingan dalam keberagaman. Nilai-nilai itu yang dinilai perlu terus dijaga di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Pelestarian budaya menurutnya menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah daerah. Generasi muda perlu diberi ruang untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan tradisi daerah agar identitas budaya tetap hidup dan berkembang mengikuti zaman.
Peluang Ekonomi di Balik Festival Budaya
Markus meyakini kegiatan seperti Melayu Ketapik Festival berdampak langsung pada perekonomian warga. Perkembangan budaya dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku UMKM yang terlibat dalam rangkaian acara.
Karena itu, Pemkab Bangka Barat berkomitmen terus mendukung berbagai kegiatan kebudayaan yang memberikan manfaat luas. Dukungan itu tidak hanya untuk pelestarian tradisi, tetapi juga untuk pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.
Melalui momentum festival, Markus mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan keharmonisan. Keberagaman dinilainya sebagai kekuatan untuk membangun Bangka Barat yang maju, sejahtera, dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal.
Target: Festival Dikenal hingga Tingkat Nasional
Ia berharap Melayu Ketapik Festival berkembang menjadi agenda budaya yang semakin besar dan dikenal luas. Targetnya bukan hanya di tingkat Kabupaten Bangka Barat, tetapi juga Provinsi Kepulauan Bangka Belitung hingga nasional.
Dengan begitu, warisan budaya Melayu yang menjadi kebanggaan masyarakat dapat terus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi mendatang.