Jesse Marsch Bicara Propaganda AS Jelang Kanada Vs Amerika Serikat

Penulis: Jonatan Nasution  •  Minggu, 04 Oktober 2026 | 20:06:01 WIB
Pelatih timnas Kanada, Jesse Marsch, berbicara kepada The Guardian menjelang laga melawan Amerika Serikat.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pelatih timnas Kanada, Jesse Marsch, menyebut warga Amerika Serikat telah "dibanjiri propaganda" sejak kecil. Pernyataan itu muncul menjelang laga Kanada melawan Amerika Serikat di Saint Paul, Selasa, dalam jendela internasional musim gugur.

Marsch, yang merupakan warga Amerika Serikat dan kini menetap di Eropa, menyampaikan pandangan tersebut dalam wawancara dengan The Guardian. Ia berbicara dari sebuah mezzanine hotel berpanel kaca di kaki Mount Royal, Montreal, saat mempersiapkan timnya menghadapi negara kelahirannya sendiri.

Kritik Marsch soal Cara Pandang Amerika Serikat

Dalam wawancara itu, Marsch mengaitkan kasus Folarin Balogun dengan cara pandang warga AS terhadap posisi negaranya di dunia. Menurutnya, narasi yang tertanam sejak kecil membuat banyak orang Amerika merasa berhak diperlakukan berbeda.

"Kita, sebagai orang Amerika, telah dibanjiri propaganda sejak kita muda. Kita adalah negara nomor satu di dunia, kita berhak atas segalanya, kita mendominasi segalanya, nomor satu di setiap aspek kehidupan. Ini yang selalu diberitahukan kepada kita," kata Marsch.

Ia menambahkan, sikap itu justru memicu kemarahan banyak orang di belahan dunia lain. Marsch menilai hal tersebut tidak disadari oleh sebagian warga AS yang tidak pernah meninggalkan negaranya.

Hubungan Kanada dan Eropa yang Semakin Dekat

Marsch melihat pergeseran orientasi Kanada ke arah Eropa sebagai perkembangan yang wajar. Ia menyebut Kanada selalu terasa "sedikit lebih Eropa" dibandingkan Amerika Serikat.

"Ada keunikan pada Kanada dalam hal betapa benar-benar multietnis negara ini. Anda bisa melihat Kanada bukan lagi sekadar negara Amerika Utara," ujarnya.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney tengah membangun aliansi dengan Uni Eropa. Marsch menilai arah itu tepat, terutama karena Kanada kini dinilai semakin berbeda dari tetangganya di selatan.

Pujian untuk Mark Carney dan Perbandingan dengan Presiden AS

Marsch mengaku telah bertemu enam presiden Amerika Serikat, mulai dari Jimmy Carter hingga Donald Trump. Dari semuanya, ia menilai Carney paling mirip dengan Barack Obama.

"Kesannya, pertama-tama, dia orang yang sangat cerdas, tapi juga sangat biasa," kata Marsch tentang Carney, yang sempat menonton sejumlah laga Kanada di Piala Dunia.

Ia juga mengisahkan leluconnya soal Carney yang mengaku sebagai penggemar Everton. Marsch menyebut kesetiaan Carney pada satu klub, tanpa berpindah ke Arsenal atau Liverpool, sebagai tanda ketulusan.

"Mungkinkah seorang presiden AS menjadi penggemar Everton? Tidak mungkin," ujarnya.

Hasil Awal dan Ujian Melawan Amerika Serikat

Kanada memulai jendela internasional ini dengan kemenangan atas Chile di Toronto dan kemenangan 2-0 atas Peru di Montreal, Sabtu sore waktu setempat, dalam laga bertajuk The Homecoming. Sejumlah pemain baru mendapat caps, sementara Jonathan David tampil menonjol bersama Atlético Madrid.

Kanada tetap tampil solid meski tanpa kapten Alphonso Davies, yang melewatkan jendela ini untuk berbulan madu, serta sejumlah pemain yang absen karena cedera. Laga melawan AS di Saint Paul, Selasa, menjadi ujian berikutnya bagi proyek yang dibangun Marsch.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: theguardian.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top