JAKARTA — Per September 2025, Rekening Emas BRI baru tercatat 276 ribu rekening. Setahun berselang, angkanya menembus 3.046.699 rekening aktif. Kenaikan 1.004% itu terjadi setelah BRI menyematkan fitur Open Bundling Emas di dalam alur transfer BRImo.
Open Bundling Emas terintegrasi langsung dalam proses transfer di BRImo melalui pilihan berbentuk toggle. Nasabah dapat membuka Rekening Emas tanpa harus menutup atau meninggalkan transaksi yang sedang berjalan.
Pendekatan ini memangkas langkah yang biasanya dibutuhkan untuk membuka produk investasi baru. Nasabah cukup mengaktifkan pilihan tersebut saat bertransaksi, dan rekening emas langsung terhubung ke akun BRImo miliknya.
Selain Open Bundling Emas, BRImo menyediakan sejumlah fitur emas lain dalam satu aplikasi. Tabungan Emas memungkinkan pembelian mulai Rp10.000 atau 0,1 gram dengan harga real-time.
Ada pula Cicil Emas dengan minimum 0,5 gram, uang muka mulai 15%, dan tenor fleksibel 3–36 bulan. Fitur Transfer Emas antar-rekening juga tersedia mulai 0,01 gram secara real-time dan bebas biaya.
Kombinasi harga yang terjangkau dan akses langsung dari aplikasi membuat emas tidak lagi identik dengan pembelian fisik di toko. Nasabah bisa menabung emas dalam pecahan kecil, mencicil, hingga mengirimkannya ke rekening lain tanpa biaya tambahan.
Bagi warga di daerah seperti Kepulauan Bangka Belitung, layanan ini mengurangi ketergantungan pada pembelian emas fisik yang selama ini menjadi kebiasaan sebagian masyarakat. Prosesnya cukup lewat ponsel, tanpa perlu datang ke kantor cabang.
Pertumbuhan 1.004% dalam setahun menunjukkan adopsi fitur digital emas berjalan cepat. Basis nasabah BRImo yang besar menjadi kanal distribusi utama produk ini, sekaligus memperkuat ekosistem digital BRI di luar layanan perbankan konvensional.
BRI belum merinci target jumlah rekening emas hingga akhir 2026. Namun tren pertumbuhan saat ini menempatkan Rekening Emas sebagai salah satu lini produk digital dengan kenaikan tercepat di BRImo.