Harga Daging Ayam Ras di Pangkalpinang Jadi Sorotan usai Inflasi September 2026 Capai 3,96 Persen

Penulis: Jonatan Nasution  •  Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:03:01 WIB
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang Juhaini mengikuti rapat teknis Kemendagri secara daring.

PANGKALPINANG — Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, bersama Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Rico Ariputra, mengikuti rapat teknis Kemendagri secara daring. Rapat itu mengevaluasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis sekaligus membahas pergerakan harga pangan di berbagai daerah.

Dalam rapat tersebut, kenaikan harga ayam ras di sejumlah daerah disebut berkaitan dengan meningkatnya permintaan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG. Pangkalpinang menjadi salah satu kota yang mencermati komoditas itu karena inflasi tahunannya menyentuh 3,96 persen.

Angka Inflasi Bulanan dan Kumulatif Pangkalpinang

Secara bulanan, inflasi Pangkalpinang pada September 2026 tercatat 0,44 persen. Sementara secara kumulatif sejak awal tahun, angkanya mencapai 2,97 persen.

Rico menilai angka tersebut masih dalam kondisi terkendali. Meski begitu, pemerintah daerah tidak ingin mengabaikan pergerakan harga komoditas yang berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

"Alhamdulillah untuk Pangkalpinang secara umum masih terkendali," kata Rico.

Tiga Komoditas yang Dipantau Ketat

Pemerintah terus mencermati pergerakan harga daging ayam ras, transportasi udara, dan beras. Ketiga komoditas itu masuk daftar pantauan karena perubahannya bisa memengaruhi pengeluaran masyarakat.

Perhatian terhadap daging ayam ras lebih besar lagi karena komoditas tersebut berkaitan dengan kebutuhan program MBG. Lonjakan permintaan dari SPPG di sejumlah daerah turut mendorong kenaikan harga.

Rapat Kemendagri yang digelar daring itu diikuti pemerintah daerah dari berbagai wilayah Indonesia. Evaluasi menyasar pelaksanaan MBG sekaligus dampaknya terhadap pasar pangan lokal.

Langkah Pemkot Pangkalpinang Selanjutnya

Pemkot Pangkalpinang menyatakan akan terus memantau pergerakan harga ketiga komoditas tersebut. Langkah ini diambil agar perubahan harga tidak menekan daya beli warga.

Pemerintah daerah juga menekankan pentingnya kestabilan pasokan, terutama untuk daging ayam ras yang permintaannya naik seiring berjalannya program MBG. Pemantauan dilakukan bersama instansi terkait di tingkat kota.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: ayobangka.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top