Pencarian

Inflasi Bangka Belitung September 2026 Capai 4,30 Persen, Daging Ayam hingga Cabai Rawit Jadi Pemicu

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 21:39:02 WIB
Inflasi Bangka Belitung September 2026 Capai 4,30 Persen, Daging Ayam hingga Cabai Rawit Jadi Pemicu
Pedagang melayani pembeli di pasar tradisional Pangkalpinang, Bangka Belitung.

Inflasi tahunan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung pada September 2026 mencapai 4,30 persen, naik dari 3,94 persen pada bulan sebelumnya dan melampaui sasaran nasional 2,5 persen plus minus 1 persen. Badan Pusat Statistik mencatat tekanan bulanan sebesar 0,81 persen, bersumber terutama dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kenaikan tarif angkutan udara menambah beban setelah harga minyak global kembali meningkat.

PANGKALPINANG — Tiga komoditas pangan menopang lonjakan inflasi bulanan Bangka Belitung pada September 2026: daging ayam ras, beras, dan cabai rawit. Daging ayam ras sudah bergerak naik sejak Agustus akibat pasokan berkurang, sementara permintaan warga tidak surut, termasuk untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Harga beras di wilayah ini mengikuti kenaikan di distributor Pasar Induk Cipinang. Adapun cabai rawit melonjak karena kemarau panjang memangkas produksi petani.

Tarif Angkutan Udara Ikut Menekan Harga

Di luar kelompok pangan, inflasi September 2026 juga didorong kenaikan tarif angkutan udara. Pemicunya kenaikan harga minyak global seiring kembali memanasnya pertikaian Amerika Serikat dan Iran.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Rommy S. Tamawiwy menyatakan pihaknya memperkuat koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di tiap kabupaten dan kota.

"Hal tersebut juga sejalan dengan rapat koordinasi pengendalian inflasi se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang telah diselenggarakan pada 22 September 2026 dan menghasilkan 12 rekomendasi kebijakan yang perlu ditindaklanjuti oleh masing-masing daerah," kata Rommy.

7.000 Kilogram Daging Ayam Beku Didatangkan dari Bekasi

Bank Indonesia memfasilitasi distribusi pangan lintas daerah untuk menjaga pasokan. Sebanyak 7.000 kilogram daging ayam beku dikirim dari Bekasi ke Belitung Timur, disusul 500 kilogram cabai merah keriting dari Sleman ke Belitung Timur.

Perluasan Kerja Sama Antar Daerah (KAD) juga didorong, baik lewat mekanisme Government to Government maupun Business to Business. Langkah ini menyasar dua dari empat pilar strategi 4K: ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi.

Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah digelar 81 kali di berbagai daerah. Penjadwalan mempertimbangkan ketepatan waktu, lokasi, dan sasaran penerima manfaat.

Petani Pangan Dapat Pendampingan Kompetensi

Bank Indonesia menyiapkan pendampingan dan peningkatan kompetensi bagi petani komoditas pangan yang menjadi penyumbang inflasi. Program Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) dijalankan bersama pemerintah daerah sebagai bagian dari strategi 4K.

Rommy menyebut tantangan inflasi ke depan masih terbuka lebar. Ketidakpastian ekonomi global, geopolitik, dan perubahan iklim menjadi tiga faktor yang dia soroti.

"Ke depan, tantangan inflasi masih tetap ada yang disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi global, geopolitik, dan perubahan iklim. Oleh karena itu, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah dan instansi terkait terus membangun Optimisme, Komitmen dan Sinergi (OKS) guna menjaga inflasi sesuai dengan sasaran target inflasi nasional," ujarnya.

Dengan inflasi tahunan yang sudah menembus batas atas sasaran nasional, 12 rekomendasi kebijakan hasil rapat koordinasi 22 September 2026 menjadi acuan kerja TPID di kabupaten dan kota se-Bangka Belitung.

Follow suarababel.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: babel.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks