PANGKALPINANG — Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Babel Burhanuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi atas capaian tersebut. Menurutnya, predikat Sangat Baik dari Kemendagri bukan hasil kerja satu instansi saja.
"Artinya, sungguh luar biasa capaian IHaI untuk Provinsi Bangka Belitung pada tahun 2026 ini," ujarnya.
Burhanuddin menjelaskan, IHaI menjadi instrumen untuk mengukur kondisi kerukunan masyarakat sekaligus membantu pemerintah mengevaluasi pelaksanaan program dan target pembangunan daerah.
Dari empat dimensi yang dinilai, Harmoni Keagamaan memimpin dengan skor 7,43. Disusul Harmoni Budaya 7,16 dan Harmoni Sosial 7,10 — ketiganya masuk kategori Sangat Baik.
Harmoni Ekonomi memperoleh 6,92 dan masih berada dalam kategori Baik. Posisi ini menjadi satu-satunya dimensi yang belum menembus predikat tertinggi.
Burhanuddin mencontohkan hubungan harmonis masyarakat Melayu dan Tionghoa yang telah terjalin lama. Nilai kebersamaan itu tercermin dalam falsafah Tong Ngin Fan Ngin Jit Jong yang menggambarkan semangat kesetaraan antaretnis.
"Itu jelas sekali sudah kental di wilayah Bangka Belitung ini," katanya.
Pemetaan IHaI per kabupaten/kota menempatkan Belitung Timur di posisi teratas dengan skor 7,83. Bangka Selatan menyusul dengan 7,31, lalu Belitung 7,25, Bangka Tengah 7,24, Kota Pangkalpinang 7,19, dan Kabupaten Bangka 7,16.
Kabupaten Bangka Barat mencatat skor 6,67 dengan kategori Baik — satu-satunya daerah yang belum mencapai predikat Sangat Baik. Data ini menjadi bahan evaluasi pemerintah daerah untuk memperkuat program kerukunan, toleransi, dan saling menghormati.
Di balik capaian positif, IHaI mengungkap variabel penguatan peran perempuan, pemuda, dan komunitas marginal yang baru memperoleh skor 7,05. Nilai itu lebih rendah dibandingkan variabel lain pada dimensi sosial.
Burhanuddin menyatakan, Kesbangpol provinsi bersama Kesbangpol kabupaten/kota akan memprioritaskan pemberdayaan perempuan, pemuda, serta kelompok marginal.
"Sehingga tidak ada kesan kita memarginalkan gender maupun pemuda-pemudi kita," ujarnya.
Ia menegaskan, upaya menjaga keharmonisan harus dilakukan di seluruh lini kehidupan masyarakat, mulai dari bidang keagamaan, sosial, hingga budaya.
"Bangka Belitung ini tidak boleh berpecah, kita harus harmoni terus," tegasnya.
Kepala Bidang Ekonomi, Sosial, Budaya, dan Organisasi Kemasyarakatan Kesbangpol Babel Dyah Fitri Inayati menyebut capaian ini sebagai hasil kolaborasi berbagai pihak.
"Alhamdulillah, penilaian Indeks Harmoni Indonesia di Provinsi Babel tahun 2026, yang baru pertama kali dilaksanakan di provinsi ini, mendapat predikat sangat baik dengan nilai 7,14," ungkapnya.
Dyah menyatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama Kesbangpol provinsi dan kabupaten/kota, dukungan masyarakat, organisasi perangkat daerah, instansi terkait, serta dukungan Gubernur Hidayat Arsani bersama seluruh bupati dan wali kota.
"IHaI bukan sekadar angka indeks, tetapi alat bantu pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk menjaga persatuan, kerukunan, toleransi, dan stabilitas sosial," katanya.
Ke depan, Pemprov Kepulauan Bangka Belitung bersama pemerintah kabupaten/kota diharapkan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat agar kerukunan tetap terjaga.