Kebakaran Bangka Selatan Hanguskan 245 Rumah, 1.528 Jiwa Terdampak dan Donasi Tembus Rp296 Juta

Penulis: Jonatan Nasution  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:03:31 WIB
Rumah warga terdampak kebakaran di Bangka Selatan menunggu pendataan lanjutan di posko darurat.

BANGKA SELATAN — Pusat Informasi Data Bencana Kebakaran Kominfo Bangka Selatan memperbarui data korban kebakaran per Jumat (16/10/2026) pukul 13.00 WIB. Dari 470 kepala keluarga yang tercatat terdampak, sebanyak 980 jiwa atau 333 KK merupakan korban kebakaran langsung.

Kelompok itu kehilangan tempat tinggal dengan jumlah rumah terbakar mencapai 245 unit. Sementara 548 jiwa dari 137 KK masuk kategori terdampak tidak langsung, mencakup 137 unit rumah.

Fasilitas Umum dan Bangunan Usaha Ikut Ludes

Api tidak hanya melanda pemukiman warga. Sejumlah fasilitas dan bangunan usaha turut terbakar dalam peristiwa ini.

  • Gedung walet: 30 unit
  • Perahu, speedboat, dan ketek: 70 unit
  • Sumur bor: 2 unit
  • Tambat labuh: 1 unit
  • Gedung pangkalan LPG: 1 unit

Kerugian pada sektor usaha dan transportasi air ini menambah beban warga pesisir yang selama ini menggantungkan hidup dari melaut dan budidaya.

210 Pelajar Jadi Korban, Mayoritas Siswa SD

Dari kalangan pelajar, sebanyak 210 siswa tercatat sebagai korban. Rinciannya, 12 siswa PAUD, 163 siswa SD, 23 siswa SMP, dan 12 siswa SMA.

Berdasarkan jenis kelamin, korban pelajar terdiri atas 93 laki-laki dan 117 perempuan. Dominasi siswa SD menunjukkan dampak kebakaran menyasar keluarga muda dengan anak usia sekolah dasar.

Donasi Warga Tembus Rp296 Juta

Solidaritas warga dan lembaga tercatat mengalir ke posko layanan darurat. Nilai donasi yang dihimpun menembus Rp296 juta hingga pembaruan data Jumat siang.

Posko layanan darurat tetap beroperasi untuk menyalurkan bantuan bagi 1.528 jiwa yang terdampak. Pendataan lanjutan masih berjalan guna memastikan seluruh korban menerima bantuan secara merata.

Warga yang ingin menyumbang dapat menyalurkan bantuan melalui posko resmi yang dibuka Kominfo Bangka Selatan bersama instansi terkait.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: timelines.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top