BANGKA SELATAN — Sebanyak 500 jiwa korban kebakaran menghuni dua posko utama yang disiapkan BPBD Kepulauan Bangka Belitung, sementara warga lainnya mengungsi ke rumah kerabat yang dinilai aman dari jangkauan api. Data BPBD per Minggu (11/10/2026) pukul 20.10 WIB mencatat luas lahan terbakar mencapai 8,3 hektare.
Material bangunan berbahan papan membuat proses pemadaman dan pendinginan menuntut kerja ekstra. Kobaran api yang menjalar cepat di permukiman padat memperparah kerusakan sebelum petugas gabungan berhasil mengendalikan jalur rambatan.
Angin Kencang dan Sumber Air Jauh Perumit Pemadaman
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kepulauan Bangka Belitung Suryadi menyebut sejumlah kendala di lapangan. Tiupan angin kencang, kondisi lahan gambut, serta sumber air yang jauh dan sebagian mulai mengering menghambat proses pemadaman.
"Hari kedua penanganan, fokus utama petugas gabungan adalah proses pendinginan di lokasi kejadian mengingat sebagian besar material rumah warga yang terdampak terbuat dari papan," kata Suryadi.
Karakter gambut yang masih menyimpan bara di bawah permukaan membuat petugas tidak bisa langsung meninggalkan lokasi. Api dikhawatirkan muncul kembali jika pendinginan tidak tuntas.
Wakapolda: Api Masih Menyala di Bawah Permukaan Gambut
Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung Brigjen Murry Mirranda menyatakan pihaknya terlibat langsung dalam pemadaman bersama BPBD provinsi, Damkar, dan instansi terkait. Ia menyebut mobil AWC dikerahkan untuk mendukung proses di lapangan.
"Kita bersama dengan Damkar, kemudian bersama dengan mobil AWC kita, kemudian dengan instansi terkait kita juga tetap melakukan pemadaman. Karena apa? ini kan gambut," kata Murry kepada wartawan.
"Di bawahnya juga masih ada api. Jadi sementara ini kita tetap berjibaku gimana untuk saling membantu supaya tidak ada titik-titik api lagi nanti yang akan memungkinkan timbulnya kebakaran kembali," ujarnya.
Kerugian Material Capai Rp2 Miliar
Selain 305 rumah, kebakaran ikut menghanguskan 50 unit gedung walet milik warga. Total kerugian material akibat musibah ini diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Sebagian besar bangunan terdampak berada di kawasan permukiman padat, sehingga api menyebar cepat sebelum petugas tiba dan membuka jalur pemadaman.
BPBD Kepulauan Bangka Belitung masih menempatkan petugas di lokasi untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. Warga yang rumahnya hangus tercatat mulai didata untuk penanganan lanjutan.