PT Timah Kembangkan Nanas hingga Keramba Jaring Apung, Ketahanan Pangan di 7 Desa Wilayah Operasional Bangka Belitung

Penulis: Jonatan Nasution  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:31:31 WIB
Kelompok wanita tani di Desa Air Putih mengembangkan pertanian hidroponik melalui pendampingan program TJSL PT Timah.

PANGKALPINANG — Sejumlah kelompok tani dan kelompok wanita tani di wilayah operasional PT Timah menerima pendampingan usaha produktif melalui program TJSL perusahaan. Pendampingan menyasar komoditas yang sesuai kondisi wilayah masing-masing, mulai dari tanaman pangan, hortikultura, hingga perikanan budidaya.

Di Desa Kundur, kelompok tani mengembangkan nanas. Kelompok tani di Sungailiat menggarap tanaman pangan, sementara program pertanian terpadu di Badau mencakup budidaya jagung pipil dan nanas yang kemudian dikembangkan dengan sayuran serta komoditas lain pada 2026.

Hidroponik Dikerjakan Kelompok Wanita Tani di Air Putih dan Kundur

PT Timah juga mendukung pertanian hidroponik oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Perkasa di Desa Air Putih. Kelompok hidroponik di Kundur mendapat dukungan serupa.

Salah satu penerima manfaat, Kelompok Hidroponik Lanjut Bestari, merasakan hasilnya. Ketua kelompok Sartini menyebut pembinaan dari PT Timah membuat anggotanya bisa memenuhi kebutuhan sayur keluarga sendiri.

"Awalnya kami hanya menanam pokcoy, satu meja sekali panen bisa sampai 30 kg dan kami ada dua meja. Sekarang sudah banyak sayuran yang ditanam seperti sawi manis, pokcoy, selada, sop," kata Sartini.

Keramba Jaring Apung hingga Peternakan Bebek di Pedindang

Sektor peternakan dan perikanan dikembangkan lewat budidaya ikan dengan keramba jaring apung (KJA) di Desa Telak, Jebus, dan Kelurahan Teluk Rubiah, Mentok. Peternakan ayam berjalan di Kundur dan Desa Telak, Jebus, sedangkan peternakan bebek dikembangkan di Desa Pedindang pada 2026.

Ragam program itu diarahkan agar warga punya pilihan usaha produktif yang bisa disesuaikan dengan kondisi wilayah dan kebutuhan pasar. Pendekatan ini menempatkan potensi lokal sebagai dasar, bukan memaksakan satu jenis komoditas untuk semua daerah.

Dari Ibu Rumah Tangga Jadi Anggota Kelompok yang Berpenghasilan

Bagi Sartini, dampak program hidroponik tidak berhenti pada pengetahuan bertanam. Anggota kelompoknya kini memperoleh penghasilan dari hasil panen yang dijual.

"Tadinya kami hanya ibu rumah tangga biasa, sekarang kami sudah produktif dengan adanya program pertanian hidroponik dari PT TIMAH. Bahkan kalau panen kami sudah mendapatkan penghasilan untuk anggota kelompok," ungkapnya.

Program pertanian, peternakan, dan perikanan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketersediaan pangan sekaligus mendorong warga mengembangkan usaha produktif di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Reporter: Jonatan Nasution
Sumber: ayobangka.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top