Bandara Lombok Pecahkan Rekor Trafik MotoGP 2026, Penumpang Naik 10 Persen

Penulis: Alfian Batubara  •  Rabu, 21 Oktober 2026 | 12:38:31 WIB
Pesawat melintas di landasan Bandara Internasional Lombok saat periode MotoGP Indonesia 2026.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Bandara Internasional Lombok mencatat 1.217 pergerakan pesawat selama MotoGP Indonesia 2026, naik 26 persen dari 966 pergerakan pada periode yang sama tahun lalu. Rekor lima tahun penyelenggaraan ini sekaligus menegaskan posisi bandara sebagai gerbang utama kedatangan wisatawan dan tim balap ke Sirkuit Mandalika.

General Manager Bandara Internasional Lombok Aidhil Philip Julian menyebut rekor itu terjadi pada seluruh indikator trafik transportasi udara, mencakup pergerakan pesawat, jumlah penumpang, dan volume kargo. Penghitungan dilakukan sejak H-4 pada 5 Oktober 2026 hingga H+5 pada 16 Oktober 2026, periode yang bertepatan dengan gelaran MotoGP di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat.

Lonjakan tidak hanya terjadi di sisi pergerakan pesawat. Jumlah penumpang yang dilayani bandara pada periode tersebut menembus 106.933 orang, tumbuh 10 persen dibandingkan 97.121 penumpang pada MotoGP 2025. Kargo ikut melesat dengan kenaikan paling tajam.

Kargo Tumbuh Paling Kencang

Volume kargo selama MotoGP Indonesia 2026 mencapai 1.281 ton, naik 37 persen dari 935 ton pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini menjadi pertumbuhan tertinggi di antara ketiga indikator trafik yang dicatat PT Angkasa Pura Bandara Internasional Lombok.

Menurut Aidhil, capaian tersebut mencerminkan tingginya aktivitas penerbangan dan mobilitas menuju Lombok selama penyelenggaraan ajang internasional. "Pencapaian rekor trafik selama lima tahun penyelenggaraan MotoGP Mandalika merupakan hasil sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung kelancaran transportasi udara selama berlangsungnya ajang tersebut," katanya.

Selain wisatawan, bandara melayani kedatangan pembalap, kru tim, ofisial, dan berbagai pihak yang terlibat dalam perhelatan balap kelas dunia itu. Peran sebagai pintu masuk utama kawasan Mandalika membuat beban operasional bandara meningkat tajam dalam rentang sebelas hari tersebut.

Antisipasi Lonjakan Penumpang

PT Angkasa Pura memastikan kesiapan operasional tetap terjaga di tengah kenaikan trafik. Fasilitas dan personel disiapkan dalam kondisi optimal, sementara koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan diperketat agar arus penumpang berjalan aman dan lancar.

"Kami terus memperkuat kesiapan operasional, memastikan fasilitas dan personel dalam kondisi optimal, serta meningkatkan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar peningkatan trafik dapat dilayani dengan aman, nyaman, dan lancar," ujar Aidhil.

Bagi masyarakat NTB, rekor ini berdampak langsung pada geliat ekonomi daerah. Arus wisatawan yang lebih besar menambah okupansi hotel, konsumsi pelaku UMKM di sekitar Mandalika, serta pendapatan jasa transportasi darat dari dan menuju bandara.

Peningkatan trafik juga menjadi sinyal positif bagi maskapai. Rute menuju Lombok yang semakin ramai pada momen MotoGP memberi alasan komersial untuk menambah frekuensi penerbangan pada event-event besar berikutnya.

Ujian bagi Infrastruktur Bandara

Rekor lima tahun ini memperlihatkan kapasitas Bandara Lombok menghadapi puncak permintaan yang datang dalam waktu singkat. Kenaikan 26 persen pergerakan pesawat dalam sebelas hari menuntut manajemen lalu lintas udara dan fasilitas terminal yang tidak longgar.

Ke depan, konsistensi kinerja operasional menjadi kunci. Ajang internasional lain di Mandalika, termasuk rangkaian balap dan event pariwisata, akan kembali menguji kesiapan bandara yang sama.

Dengan 1.217 pergerakan pesawat dan lebih dari 106 ribu penumpang, MotoGP Indonesia 2026 menjadi tolok ukur baru bagi Bandara Lombok. Angka itu jauh melampaui capaian 2025 dan menempatkan bandara ini sebagai salah satu simpul transportasi udara paling sibuk di kawasan timur Indonesia selama gelaran balap berlangsung.

Reporter: Alfian Batubara
Sumber: koran-jakarta.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top