BRI Yogyakarta Grebek Pasar Sejak Pukul 05.00, Edukasi Digitalisasi Transaksi di Malioboro hingga Keraton

Penulis: Parsaoran Hutapea  •  Kamis, 22 Oktober 2026 | 07:32:31 WIB
Petugas BRI Yogyakarta memetakan kawasan ekonomi di Malioboro sebagai bagian dari edukasi layanan digital bagi pelaku usaha.

YOGYAKARTA — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Branch Office BRI Yogyakarta Cik Diktiro memperluas edukasi layanan digital kepada pelaku usaha di sejumlah titik ekonomi Kota Yogyakarta. Pemetaan kawasan dilakukan untuk mengidentifikasi karakteristik usaha dan kebutuhan transaksi pedagang.

Cakupan pemetaan meliputi kawasan Tugu, Pasar Kranggan, Jalan Mangkubumi, Malioboro, Pasar Beringharjo, Sosrowijayan, Dagen, Pajeksan, Pathuk, hingga kawasan Keraton. Dari hasil pemetaan itu, edukasi dan sosialisasi layanan digital disusun agar sesuai kebutuhan masing-masing kawasan.

Mengapa Grebek Pasar Dimulai Pukul 05.00 WIB

Aktivitas sejak pagi buta menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Saat sebagian warga baru memulai aktivitas harian, transaksi antara pedagang, pemasok, pembeli, dan pelaku usaha pendukung di pasar serta kawasan perdagangan sudah berjalan.

Kondisi tersebut menunjukkan perputaran ekonomi masyarakat berlangsung sejak dini hari. Kemudahan transaksi menjadi salah satu aspek penting untuk menjaga kelancaran usaha para pedagang.

Kawasan Malioboro dan Keraton Jadi Sasaran Edukasi

Kegiatan menyasar kawasan Mangkubumi, Malioboro, dan Keraton sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pariwisata. Ketiga kawasan dinilai memiliki karakter transaksi berbeda, mulai dari pedagang pasar, usaha kuliner, hingga pelaku usaha pendukung di kawasan wisata.

Melalui pemetaan tersebut, BRI menargetkan edukasi dan sosialisasi layanan digital dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran. Pelaku usaha di tiap kawasan memperoleh pendampingan sesuai kebutuhan transaksi mereka.

Perluasan Pemanfaatan Layanan Digital BRI

Langkah ini menjadi bagian dari upaya BRI mempercepat digitalisasi ekonomi masyarakat. Pemanfaatan layanan digital di kalangan pelaku usaha pasar tradisional maupun kawasan perdagangan dan pariwisata menjadi fokus utama kegiatan.

Bagi pedagang, kemudahan transaksi digital berdampak langsung pada kelancaran aktivitas usaha yang sudah bergerak sejak pagi. Sosialisasi di tingkat kawasan diharapkan memperluas jangkauan pelaku usaha yang memakai layanan pembayaran digital BRI.

Reporter: Parsaoran Hutapea
Sumber: bangkaindependent.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top