Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Ancam Balas Serangan Militer Musuh, Perintahkan Update Daftar Target AS dan Israel

Penulis: Monang Simanjuntak  •  Minggu, 01 November 2026 | 05:03:01 WIB
Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei saat menyampaikan pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB.

JAKARTA — Pernyataan Khamenei dirilis menyusul pertemuan tertutup dengan jajaran komandan senior militer Iran. Dalam forum itu, ia menginstruksikan para komandan memberikan "respons yang segera dan efektif, tanpa batasan geografis terhadap potensi ancaman musuh."

Instruksi tersebut menandai sikap tegas Teheran di tengah ketegangan kawasan yang belum mereda. Khamenei menegaskan posisi Iran sebagai pihak yang akan menentukan akhir konflik, bukan musuh.

Isi Pernyataan Lengkap Khamenei

Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah IRIB, Khamenei menyampaikan ancaman balasan secara terbuka. Ia menyebut angkatan bersenjata dan bangsa Iran sebagai penentu akhir dari setiap agresi.

"Jika musuh sekali lagi melancarkan serangan militer atau teroris, Angkatan Bersenjata Republik Islam dan bangsa Iran lah yang akan menentukan waktu dan kondisi bagi akhir mereka," ujar Khamenei.

Selain instruksi respons tanpa batasan geografis, Khamenei memerintahkan pembaruan daftar target. Tujuannya memastikan seluruh aset Amerika Serikat dan Israel berada "dalam jangkauan angkatan bersenjata."

Peringatan Perang Jilid Dua dari Militer Iran

Pernyataan Khamenei muncul setelah Juru Bicara Militer Iran Mohammad Akraminia memperingatkan eskalasi lanjutan. Pada hari yang sama, Akraminia menyebut perang jilid dua akan meluas jika Presiden AS Donald Trump kembali melakukan "petualangan di kawasan" bersama Israel.

Peringatan itu memperkuat sinyal bahwa Teheran menyiapkan skenario konfrontasi yang lebih luas. Militer Iran tidak membatasi respons pada satu wilayah geografis tertentu.

Latar Belakang Ketegangan AS-Iran-Israel

Ketegangan di Timur Tengah memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Teheran merespons dengan serangan balasan di kawasan.

Upaya diplomatik sempat ditempuh. Washington dan Teheran menandatangani kesepakatan damai pada Juni lalu. Namun tensi politik tetap tinggi akibat perbedaan pandangan soal pengaturan keamanan dan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Selat Hormuz menjadi titik krusial karena menjadi jalur pelayaran minyak utama dunia. Perbedaan soal pengaturan keamanan di perairan itu membuat kesepakatan damai belum sepenuhnya menurunkan ketegangan.

Apa Dampaknya bagi Kawasan

Instruksi Khamenei untuk memperbarui daftar target menunjukkan militer Iran menyiapkan opsi serangan presisi. Pernyataan itu juga memberi sinyal bahwa Teheran tidak akan menunggu serangan susulan sebelum bertindak.

Bagi kawasan, peringatan Akraminia soal perluasan perang jilid dua menambah risiko konflik terbuka. Selat Hormuz tetap menjadi titik rawan yang bisa memengaruhi jalur perdagangan energi global.

Reporter: Monang Simanjuntak
Sumber: babel.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top