KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Marc Marquez membuka peluang mengunci gelar juara dunia MotoGP 2026 pada balapan utama di Sirkuit Lusail, Minggu (8/11/2026). Pebalap Ducati Lenovo Team itu butuh kemenangan plus Jorge Martin gagal meraih poin agar selisih 49 poin melebar menjadi 74 poin dan tak mungkin dikejar dengan dua seri tersisa.
Modal Marquez datang dari kemenangan di Sprint Race Qatar, Sabtu (7/11/2026). Tambahan poin penuh membuat koleksinya kini 411 poin, sementara Martin tertahan di 362 poin dan Marco Bezzecchi di 332 poin.
Keunggulan 49 poin atas Martin itu masih menyisakan ruang bagi pebalap Spanyol tersebut untuk bernapas. Dengan dua seri tersisa setelah Lusail, yakni Portugal dan Valencia, masih ada maksimal 74 poin yang bisa diperebutkan.
Marquez tiba di Qatar dengan keunggulan 44 poin atas Martin. Tambahan poin dari Sprint Race melebarkan jarak keduanya menjadi 49 poin, angka yang membuat match point pertama terbuka.
Bezzecchi gagal finis dalam Sprint Qatar akibat insiden dengan Marquez. Pebalap Aprilia itu kini tertinggal 79 poin, posisi yang membuat peluangnya bertahan sangat tipis.
Marquez harus memenangi balapan utama MotoGP Qatar untuk membuka jalan juara. Kemenangan saja belum cukup, sebab ia juga membutuhkan Martin gagal finis di zona poin.
Jika Marquez menang dan Martin tidak mendapatkan poin, selisih keduanya melebar menjadi 74 poin. Dengan dua seri tersisa dan maksimal 74 poin tersedia, Martin tak akan mampu mengejar. Keunggulan Marquez dalam perhitungan tie-break juga memastikan gelar menjadi miliknya.
Jika Marquez memenangi balapan utama, Bezzecchi dipastikan tersingkir dari persaingan gelar. Selisih mereka tetap lebih besar daripada maksimal 74 poin yang tersedia setelah Qatar.
Marquez harus menang dan berharap Martin gagal mendapatkan poin untuk merayakan gelar juara dunia di Qatar. Jika salah satu syarat itu tidak terpenuhi, penentuan juara akan berlanjut ke dua seri terakhir musim ini.
Martin sendiri datang ke Lusail dengan tekanan besar. Ia wajib menjaga asa tetap hidup di balapan utama, sebab satu poin saja sudah cukup menunda pesta juara Marquez.