PANGKALPINANG — Lima medali dari Cabor Catur menjadi pembuka keran medali kontingen Bangka Selatan di ajang Porprov VII Babel 2026. Sebelumnya, kontingen Junjung Besaoh belum mengoleksi medali apa pun. Dua perak disumbangkan Suci Rohaya dan Diyas Syakdiah pada nomor perorangan putri meja 4 dan meja 1, sedangkan tiga perunggu diraih Andrian (perorangan meja 4), Rozi (perorangan meja 1), serta tim beregu putri.
Dua Kategori Tersisa Masih Menanti
Ketua Percasi Kabupaten Bangka Selatan, Adi Sandra, menyebut perjuangan atlet belum selesai. Catur Cepat dan Catur Standard dijadwalkan bergulir Minggu (8/11/2026).
"Kedua kategori tersebut dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/11/2026). Kita optimis para atlet Catur Basel masih memiliki peluang untuk menambah perolehan medali, termasuk membidik medali emas bagi Bangka Selatan," kata Adi.
Ia meminta doa masyarakat Bangka Selatan agar atlet catur bisa membawa pulang emas. Target itu jadi wajar mengingat lima medali baru berasal dari satu kategori.
KONI Sebut Cabor Lain Baru Mulai Bertanding
Ketua Umum KONI Kabupaten Bangka Selatan, Andri Fahrial, mengapresiasi perjuangan para atlet catur. Menurutnya, lima medali itu menjadi motivasi bagi cabang olahraga lain yang belum bertanding.
"Alhamdulillah, terima kasih atlet Catur Basel. Kalian sudah berjuang untuk Bangka Selatan. Semoga di pertandingan berikutnya bisa meraih medali emas untuk Bangka Selatan," ucapnya.
Sejumlah cabor lain baru memulai sesi pertandingan pada Minggu (8/11/2026). Selain catur, Tim Voli Indoor Putra Basel telah memastikan tempat di partai final, sedangkan tim sepak bola melaju ke babak semifinal.
Target Tiga Besar, Keluar dari Juru Kunci
Andri menargetkan kontingen Junjung Besaoh menembus tiga besar klasemen akhir Porprov VII Babel 2026. Target itu sekaligus untuk keluar dari posisi juru kunci.
"Mohon doanya untuk masyarakat Bangka Selatan. Semoga Kabupaten Bangka Selatan bisa meraih poin maksimal di Porprov VII Babel. Target kita tiga besar dan minimal keluar dari juru kunci," pungkasnya.
Dukungan masyarakat dinilai menjadi tambahan semangat bagi atlet yang masih bertanding membawa nama daerah di ajang tingkat provinsi tersebut.