Pencarian

Dari Bakmi Hingga Rusip, 15 Kuliner Bangka Belitung yang Wajib Dicoba

Sabtu, 06 Juni 2026 • 08:31:31 WIB
Dari Bakmi Hingga Rusip, 15 Kuliner Bangka Belitung yang Wajib Dicoba
Bakmi Bangka dengan saus cabai pedas khas menjadi primadona kuliner Pulau Bangka.

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Terkenal lewat novel dan film Laskar Pelangi, Bangka Belitung kini semakin dilirik wisatawan. Namun, pengalaman liburan ke provinsi di timur Pulau Sumatera ini akan terasa kurang lengkap tanpa mencicipi langsung hidangan tradisionalnya. Berikut 15 makanan khas Bangka Belitung yang menawarkan cita rasa autentik dan wajib masuk daftar kulineran Anda.

Bakmi Bangka: Primadona yang Mendunia

Bakmi Bangka, atau yang akrab disebut mie khek oleh warga lokal, adalah hidangan mie yang sudah populer di berbagai kota besar Indonesia. Mie ini biasanya disajikan dengan potongan daging ayam atau babi, tahu, pangsit, tauge, bakso ikan, seafood, dan sayur caisim.

Ciri khasnya terletak pada saus cabai pedas yang menjadi ikon Pulau Bangka, memberikan sensasi rasa yang membedakannya dari mie biasa.

Mie Koba: Keunikan Kuah Ikan Tenggiri

Jika bosan dengan mie biasa, Mie Koba bisa jadi pilihan. Berbeda dari bakmi, hidangan ini disajikan dengan kuah kental berbahan dasar ikan tenggiri. Ikan direbus, dihaluskan menjadi pasta, lalu ditumis dan direbus kembali bersama rempah-rempah seperti kayu manis, gula aren, pala, cengkeh, dan ketumbar. Hasilnya adalah kuah yang kaya rasa dan aromatik.

Lempah Kuning dan Gangan: Warisan Budaya Nasional

Sebagai daerah kepulauan, hidangan laut menjadi primadona. Lempah Kuning adalah kuliner berbahan dasar ikan (biasanya kakap merah atau tenggiri) yang dimasak dengan kuah kuning dari kunyit, lengkuas, terasi, dan cabai. Hidangan ini telah diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional.

Menariknya, nama hidangan ini berbeda di dua pulau utama: di Bangka disebut Lempah Kuning, sedangkan di Belitung lebih dikenal sebagai Gangan. Beberapa versi lokal bahkan menggunakan daging sapi sebagai alternatif.

Lakse: Perpaduan Budaya Melayu dan Italia

Lakse adalah bukti akulturasi budaya yang unik. Hidangan ini terinspirasi dari spaghetti, namun diadaptasi dengan cita rasa Melayu yang kuat. Lakse dibuat dari campuran tepung sagu dan tepung beras, disajikan dengan kuah ikan yang dicampur santan kuning sehingga menghasilkan rasa gurih yang khas. Secara tampilan, lakse sering disamakan dengan kue putung mayang khas Betawi.

Berego: Si Mirip Lontong yang Berbeda

Sekilas, Berego terlihat seperti lontong. Namun, bahan dasarnya berbeda. Berego dibuat dari campuran tepung sagu dan tepung beras, bukan beras utuh. Hidangan ini biasanya disantap bersama hidangan berkuah seperti kari ikan, atau dipadukan dengan mie Belitung dan lempah kuning untuk variasi rasa yang lebih kaya.

Rusip: Sambal Fermentasi Khas Laut

Bagi pencinta sambal, Rusip adalah pengalaman yang wajib dicoba. Rusip adalah sambal fermentasi dari ikan teri yang direndam dalam garam, air sisa nasi, dan air gula aren. Proses fermentasi menghasilkan aroma khas yang unik. Setelah matang, Rusip ditambahkan bawang merah, irisan cabai, dan perasan jeruk sambal. Cocok disantap dengan nasi hangat dan kerap dijadikan oleh-oleh khas Bangka Belitung.

Pantiaw: Kwetiau Versi Bangka

Dari bentuknya, Pantiaw sangat mirip dengan mie kwetiau: gepeng, lebar, berwarna putih, dan bertekstur kenyal. Perbedaan utamanya terletak pada bahan baku. Pantiaw dibuat dari tepung beras, bukan tepung terigu seperti kwetiau pada umumnya, memberikan cita rasa yang sedikit berbeda dan lebih ringan.

Bagikan
Sumber: mawar#2820

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks