KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Pertandingan final Indonesia Open 2026 mempertemukan dua pemain yang sama-sama pertama kali mencapai partai puncak turnamen BWF Super 1000 ini. Jonatan Christie, unggulan ketiga asal Indonesia, akan menghadapi Victor Lai yang lolos sebagai "lawan tak terduga" setelah mengalahkan Chou Tien Chen di semifinal, Sabtu (6/6/2026) di Istora GBK.
Perjalanan ke Final: Bangkit dari Gim Pertama
Jonatan memastikan tiket final setelah menundukkan wakil Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, dengan skor 16-21, 21-10, 21-12. Sempat kehilangan gim pertama, peraih medali emas Asian Games 2018 itu menunjukkan ketenangan dan mengubah ritme permainan.
Kemenangan ini menjadi sejarah pribadi bagi Jonatan. Sejak debut di Indonesia Open pada 2015, hasil terbaiknya hanya semifinal pada 2021. Kini, di usianya yang ke-28, ia berhak tampil di partai puncak.
Victor Lai: Ancaman dari Pemain Muda yang Tak Terduga
Victor Lai, pemain Kanada berusia 22 tahun, menjadi kejutan di turnamen ini. Di semifinal, ia mengalahkan Chou Tien Chen lewat pertarungan tiga gim ketat, 21-19, 19-21, 21-19. Kecepatan dan daya juangnya menjadi senjata utama.
"Untuk besok, Victor Lai, pemain muda ketiga yang saya hadapi di turnamen ini, setelah Alwi (Farhan), Panitchaphon, dan Victor Lai," kata Jonatan dalam konferensi pers usai semifinal.
Jonatan mengakui karakter pemain muda seperti Lai patut diwaspadai. "Ya pastinya pemain muda punya speed, ketahanan, daya juang, dan semangat yang cukup tinggi juga. Terlihat tadi dia menghadapi Chou Tien Chen juga sangat-sangat ketat permainannya. Dan memang ya itu yang perlu diantisipasi," ujarnya.
Strategi: Menonton Video dan Diskusi Tim
Menghadapi pemain yang belum pernah ia temui di turnamen resmi, Jonatan tidak mau gegabah. Ia akan mengandalkan analisis video untuk mempelajari pola permainan Lai.
"Jadi saya akan coba diskusi juga sama tim, kita lihat lagi video main dia seperti apa, dan coba cari strategi yang pas lah untuk besok," jelas Jonatan.
Final Indonesia Open 2026 dijadwalkan berlangsung Minggu (7/6/2026) di Istora Senayan. Ini menjadi kesempatan emas bagi Jonatan untuk merebut gelar kandang pertamanya sekaligus menghentikan laju pemain muda Kanada yang tengah percaya diri tinggi.