TANJUNGPANDAN — Pemerintah Kabupaten Belitung memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027 mengusung prinsip keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Bupati Belitung Djoni Alamsyah Hidayat secara resmi meluncurkan aplikasi khusus SPMB di Tanjungpandan pada Senin sebagai langkah awal transformasi digital seleksi masuk sekolah di daerah itu.
Djoni menekankan bahwa dinamika pendidikan saat ini sudah jauh berbeda dari masa lalu. Jika dulu seleksi hanya mengandalkan batas minimal nilai rapor, maka sistem terbaru dirancang untuk membuka kesempatan yang lebih luas dan berkeadilan bagi semua calon siswa.
Tak Ada Anak Belitung Boleh Putus Sekolah karena Sistem
Dalam sambutannya, Djoni mengingatkan bahwa SPMB kerap menjadi perhatian besar masyarakat, terutama bagi orang tua yang menginginkan sekolah terbaik untuk anak-anak mereka. Ia meminta seluruh jajaran memastikan proses penerimaan murid baru terbebas dari prasangka negatif publik.
"Orang tua tentu menginginkan sekolah yang terbaik untuk anak-anak mereka, dan itu hal yang alamiah. Karena SPMB kerap menjadi perhatian besar masyarakat, kita harus pastikan prosesnya akuntabel, transparan, dan terbebas dari prasangka negatif khalayak ramai," kata Djoni dalam kegiatan launching aplikasi tersebut.
Mitigasi Risiko Anak Putus Sekolah karena Ekonomi
Salah satu poin yang ditekankan Bupati adalah mitigasi risiko anak putus sekolah. Menurut Djoni, kendala regulasi teknis saat pendaftaran maupun faktor keterbatasan ekonomi tidak boleh menjadi alasan seorang anak berhenti menempuh pendidikan di Belitung.
"Hal yang paling prinsip dalam SPMB ini adalah memastikan tidak boleh ada anak Belitung yang berhenti sekolah karena benturan sistem ataupun faktor ekonomi. Semua kelompok masyarakat memiliki hak dan kesempatan yang setara untuk menempuh pendidikan di daerah ini," tegasnya.
Djoni menambahkan, pemenuhan hak pendidikan bukan sekadar tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak semua pihak bersama-sama menyongsong masa depan generasi Belitung yang lebih baik.
Komitmen Pelayanan Terbaik untuk Generasi Muda
Pemerintah Kabupaten Belitung berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dalam setiap tahapan SPMB 2026/2027. Djoni menyebut bahwa proses penerimaan murid baru adalah masa depan generasi muda Belitung yang harus dijaga kualitasnya.
"SPMB ini adalah masa depan generasi muda Belitung, kami ingin menghantarkan anak-anak Belitung selesai menuntaskan pendidikan, kami ingin mereka sukses tumbuh dan kesempatan yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya," ujar Djoni Alamsyah Hidayat.