PANGKALPINANG — Susanti Saparudin mengingatkan para orang tua dan guru agar tidak terjebak pada orientasi akademik semata dalam mendidik anak usia dini. Ia menyebut masa ini sebagai periode kritis untuk menanamkan nilai-nilai yang akan membentuk kepribadian hingga dewasa.
Nilai Karakter Apa Saja yang Perlu Ditanamkan Sejak TK?
Dalam sambutannya di hadapan orang tua dan tenaga pendidik, Susanti merinci sejumlah nilai karakter yang harus diperkuat sejak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Nilai-nilai tersebut meliputi kemandirian, tanggung jawab, disiplin, dan kemampuan menghargai waktu.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya empati, kerja sama, serta semangat untuk terus belajar dan berkembang. “Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk menyaksikan kelulusan anak-anak dari jenjang pendidikan usia dini, tetapi juga merayakan pertumbuhan, kreativitas, dan keberanian mereka melalui panggung pentas seni ini,” kata Susanti.
Mengapa Karakter Lebih Penting dari Calistung di Usia Dini?
Susanti menegaskan bahwa kemampuan akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung hanyalah satu sisi dari proses pendidikan. Tanpa karakter yang kuat, kata dia, capaian akademik anak tidak akan bermakna optimal di masa depan.
Pernyataan ini ia sampaikan di tengah acara pelepasan siswa TK Al Kindi Preschool yang berlangsung meriah. Para siswa tampil di panggung pentas seni, menunjukkan kreativitas dan keberanian yang dinilai sebagai bagian dari implementasi pendidikan karakter itu sendiri.
Peran Orang Tua dan Guru dalam Penguatan Karakter Anak
Menurut Susanti, penguatan karakter tidak bisa dibebankan semata-mata kepada guru di sekolah. Orang tua di rumah memegang peran yang sama besarnya dalam membentuk kebiasaan dan sikap anak sehari-hari.
Ia berharap momentum pentas seni dan kelulusan ini menjadi pengingat bersama bahwa pendidikan karakter adalah investasi jangka panjang. “Fase usia dini merupakan masa penting untuk menanamkan nilai-nilai yang akan membentuk kepribadian anak di masa depan,” ujarnya.