KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Rapat yang digelar di ruang lantai 1 Kantor PT Pelindo Terminal Peti Kemas Pantoloan ini bukan sekadar agenda administratif. Bagi Pelindo Regional 4 Pantoloan, rekomendasi dari regulator menjadi prasyarat untuk mengajukan investasi pengembangan fasilitas. “Hasil pembahasan ini akan menjadi salah satu dasar dalam penyusunan langkah-langkah peningkatan sarana dan prasarana pelabuhan,” ujar General Manager Pelindo Regional 4 Pantoloan, Chaerur Rijal.
Tanpa rekomendasi ini, sejumlah rencana ekspansi—seperti penambahan container yard, pengembangan dermaga, hingga pengadaan alat bongkar muat baru—bisa mandek. Pelabuhan Pantoloan selama ini menjadi gerbang logistik utama yang menghubungkan kawasan timur Indonesia, sehingga setiap peningkatan kapasitas berdampak langsung pada rantai pasok di Sulawesi Tengah.
Dampak bagi Bisnis dan Keselamatan Pelayaran
Deputy Manager Unit Pantoloan dan Tolitoli Pelindo Jasa Maritim, Capt Hamsah, menegaskan bahwa rekomendasi sarpras dua tahunan ini tidak hanya soal kepatuhan terhadap regulator. “Dari sisi bisnis, ini membuka peluang peningkatan traffic kapal petikemas maupun kapal curah,” jelasnya. Dampaknya langsung terasa pada pendapatan dari jasa tambat, jasa dermaga, penumpukan, hingga jasa kapal.
Di sisi lain, Kasi Lala dan Usaha Pelabuhan KSOP Kelas II Teluk Palu, Marvin Arief Yudistira, menyoroti aspek keselamatan. “Implementasi rekomendasi ini akan mengurangi risiko kecelakaan, menekan potensi temuan audit, dan meningkatkan kepatuhan terhadap standar kepelabuhanan,” katanya. Artinya, setiap perbaikan infrastruktur juga menjadi tameng untuk mencegah insiden di pelabuhan yang padat aktivitas.
Peluang Ekspansi dan Layanan Baru
Rekomendasi ini juga membuka celah bagi Pelindo Regional 4 Pantoloan untuk merambah bisnis baru. Salah satunya adalah pengembangan layanan pemanduan dan penundaan di Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). Jika direalisasikan, Pelindo Jasa Maritim bisa memperluas kawasan logistik dan menambah sumber pendapatan di luar bisnis inti kepelabuhanan.
“Sinergi yang kuat antar pemangku kepentingan diharapkan mampu memperkuat peran Pelabuhan Pantoloan sebagai gerbang logistik strategis yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan konektivitas wilayah,” pungkas Chaerur Rijal. Dengan kata lain, rapat ini bukan sekadar formalitas, melainkan peta jalan untuk transformasi pelabuhan yang lebih modern dan berdaya saing.