KEPULAUAN BANGKA BELITUNG — Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) untuk Mei 2026 mencatat total pasar BEV hanya 9.290 unit, turun drastis dari 14.825 unit pada April. Penurunan volume ini jadi latar belakang pergeseran kekuasaan yang dramatis di papan atas.
Jaecoo J5 BEV Kuasai Hampir Sepertiga Pasar
SUV listrik anyar asal Tiongkok ini langsung mendominasi dengan distribusi 2.943 unit. Angka tersebut setara dengan 31,7% dari total penjualan BEV nasional bulan lalu. Ini adalah kali pertama sebuah model tunggal menguasai pangsa sebesar itu sejak ledakan EV di Indonesia.
Pencapaian Jaecoo langsung menggeser para pemain lama. BYD yang beberapa bulan terakhir memimpin, harus puas dengan posisi keenam lewat BYD Sealion 7 yang hanya terjual 258 unit. MPV listrik andalan mereka, BYD M6, bahkan terlempar ke peringkat 12 dengan 197 unit.
Geely EX2 Langsung Posisi Kedua, EX5 Juga Masuk Lima Besar
Kejutan lain datang dari Geely. Model compact barunya, Geely EX2, langsung meroket ke posisi kedua dengan penjualan 1.395 unit. Tidak berhenti di situ, lini SUV Geely EX5 juga tampil solid dengan 292 unit dan mengamankan posisi kelima.
Dua model Geely sekaligus masuk lima besar menunjukkan strategi agresif pabrikan asal Tiongkok ini mulai membuahkan hasil. Mereka berhasil mengisi celah segmen yang sebelumnya dikuasai BYD.
Wuling dan MG Bertahan di Papan Atas
Pabrikan perintis EV di Indonesia, Wuling, masih menjaga konsistensi. Wuling Eksion EV mengamankan podium ketiga dengan 535 unit. Sementara pendatang baru MG S5 EV langsung menempati posisi keempat dengan 354 unit, menandakan persaingan segmen SUV listrik makin ketat.
VinFast VF 3 (250 unit), Chery J6 atau iCar 03 (237 unit), Wuling Darion EV (234 unit), dan Xpeng G6 (232 unit) melengkapi posisi 7 hingga 10. Artinya, persaingan di papan tengah sangat rapat dengan selisih antar model hanya puluhan unit.
Mengapa BYD Bisa Terjun Bebas?
Penurunan drastis BYD bukan semata karena permintaan lesu. Angka wholesales yang anjlok mengindikasikan adanya koreksi pasokan dari pabrik ke diler. Setelah beberapa bulan agresif menggenjot distribusi untuk model M6 dan Dolphin, Mei 2026 menjadi bulan di mana stok dikendalikan. Akibatnya, model-model BYD absen dari lima besar untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir.
Fenomena ini menunjukkan bahwa pasar EV Indonesia masih sangat fluktuatif dan bergantung pada kebijakan distribusi masing-masing ATPM. Siapa yang paling agresif mengirim unit ke diler, dialah yang akan memuncaki chart bulanan.