PANGKALPINANG — Aktivitas melaut nelayan di tiga pulau terluar Bangka Selatan sempat terhambat setelah dermaga Pelabuhan Sadai rusak. Pertamina Patra Niaga pun bergerak cepat mengalihkan skema distribusi BBM bersubsidi agar pasokan solar tetap sampai ke tangan nelayan.
Dermaga Rusak, Kapal Tak Bisa Merapat ke Tiga Pulau
Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Babel, Satriyo Wibowo Wicaksono, mengungkapkan bahwa dermaga Pelabuhan Sadai saat ini sedang dalam perbaikan. Kerusakan ini membuat kapal pengangkut BBM tidak bisa merapat langsung ke tiga SPBU Satu Harga yang berada di pulau terluar.
"Kami akan mengalihkan kuota BBM bersubsidi di pulau-pulau terluar ini ke daratan SPBU Sadai Pulau Bangka," kata Satriyo di Pangkalpinang, Minggu.
Tiga SPBU Satu Harga yang Terdampak
Tiga titik penyaluran yang terkena dampak adalah SPBU di Pulau Celagen, Pulau Penutuk, dan Pulau Lepar Pongok. Ketiga SPBU ini mayoritas melayani kebutuhan solar para nelayan setempat.
Selama ini, penyaluran BBM satu harga ke lembaga penyalur di pulau-pulau tersebut berjalan lancar. Namun, sejak dermaga Sadai rusak, distribusi langsung terhenti total.
Proses Perbaikan Dermaga Capai Dua Bulan
Satriyo menambahkan, perbaikan dermaga Pelabuhan Sadai diperkirakan rampung dalam dua bulan ke depan. Selama masa perbaikan, nelayan dari tiga pulau terluar harus mengambil BBM bersubsidi di daratan Pulau Bangka.
"Saat ini kita sudah bisa melayani peralihan kuota BBM bersubsidi nelayan di pulau terluar ini di SPBU Sadai," ujarnya.
Rekomendasi Peralihan Sudah Berjalan
Pertamina memastikan rekomendasi peralihan kuota BBM bersubsidi ini sudah bisa dimanfaatkan. Langkah ini diambil agar nelayan di pulau-pulau terluar tetap bisa beraktivitas menangkap ikan tanpa terganggu oleh kerusakan infrastruktur pelabuhan.